‎Peta DTSEN: Ratusan Ribu Warga Blora Masih Rentan Secara Ekonomi

Blora,SUARABLORA.COM–Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora mulai memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama pemetaan kesejahteraan masyarakat dan penajaman kebijakan perlindungan sosial. Sistem pendataan baru ini resmi menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sejak Maret 2025 dan mulai diberlakukan penuh pada Mei 2025.

‎Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Agung Ariadi, menyatakan bahwa DTSEN memberikan gambaran yang lebih rinci dan mutakhir terkait kondisi sosial ekonomi warga Blora, terutama kelompok rentan yang menjadi sasaran utama program bantuan pemerintah.

“Dari hasil pemetaan berdasarkan desil sosial ekonomi, terlihat adanya perbedaan jumlah keluarga dan individu yang cukup signifikan di setiap kelompok. Data ini menjadi pijakan penting bagi kami dalam menyusun kebijakan perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran,” ujar Luluk, Jumat 16/1/2026.

‎Berdasarkan akumulasi data Desil 1 hingga Desil 5 pada 2025, tercatat sebanyak 176.476 keluarga atau sekitar 488.179 individu masuk dalam kelompok masyarakat rentan hingga menengah. Kelompok ini dinilai masih membutuhkan intervensi kebijakan dan perlindungan sosial secara berkelanjutan.

Pada Desil 1 atau kelompok ekonomi terbawah, DTSEN mencatat 44.741 keluarga dengan 115.298 individu. Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan sosial pemerintah karena berada pada kondisi paling rentan secara ekonomi.

“Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah sehingga menjadi fokus utama intervensi bantuan pemerintah,” tegas Luluk.

‎Sementara itu, Desil 2 mencakup 41.906 keluarga dengan 116.788 individu yang dinilai masih sangat rentan terhadap tekanan ekonomi. Pada Desil 3, tercatat 30.312 keluarga dengan 87.768 individu yang masuk kategori menengah bawah. Adapun Desil 4 meliputi 27.460 keluarga dengan 77.256 individu, sedangkan Desil 5 mencatat 32.057 keluarga dengan 91.069 individu yang mulai memasuki kelompok ekonomi menengah.

‎Selain itu, rekapitulasi awal DTSEN Kabupaten Blora per Maret 2025 menunjukkan total penduduk yang terdata mencapai 928.495 individu dari 330.664 keluarga. Dalam rekap tersebut, Desil 1 tercatat 34.513 keluarga dengan 86.374 individu, Desil 2 sebanyak 35.709 keluarga dengan 101.638 individu, Desil 3 sebanyak 38.289 keluarga dengan 105.382 individu, Desil 4 sebanyak 35.090 keluarga dengan 101.534 individu, serta Desil 5 sebanyak 35.082 keluarga dengan 95.415 individu.

Menurut Luluk, dominasi jumlah penduduk pada kelompok desil bawah dan menengah menegaskan bahwa persoalan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah.

“Secara keseluruhan, data ini menunjukkan masih besarnya populasi masyarakat yang berada pada kelompok desil bawah dan menengah. Mereka memerlukan perhatian serius dan intervensi kebijakan yang konsisten,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan DTSEN diharapkan mampu meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial, sekaligus meminimalkan kesalahan sasaran yang kerap terjadi pada sistem pendataan sebelumnya.‎

“Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat memanfaatkan DTSEN sebagai dasar perencanaan, evaluasi program, dan penyaluran bantuan sosial agar lebih adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” pungkas Luluk.