BLORA ,SUARABLORA.COM— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Minggu (19/4/2026) malam di Azana Garden Hill Resort.
Forum ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan partai untuk periode 2026–2031, sekaligus konsolidasi menghadapi agenda politik ke depan.
Ketua DPC PKB Blora, Abdul Hakim, menyampaikan bahwa rangkaian Muscab diawali dengan pembukaan yang berlangsung lancar.
Selanjutnya, forum memasuki tahapan krusial, mulai dari pembacaan tata tertib, laporan pertanggungjawaban (LPJ), pembahasan program kerja, hingga pengumuman nama-nama calon ketua.
“Setelah pembukaan, akan dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib, LPJ, pembahasan program kerja, hingga pengumuman calon Ketua DPC PKB Blora,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mekanisme penentuan ketua tidak lagi melalui pemilihan langsung atau voting di tingkat cabang.
Seluruh proses penetapan diserahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang melibatkan unsur akademisi, DPW, dan DPP.
“Tidak ada istilah voting atau persaingan terbuka. Semua keputusan sepenuhnya menjadi kewenangan DPP PKB,” tegasnya.
Dalam Muscab kali ini, tercatat sebanyak 19 nama diusulkan sebagai kandidat Ketua DPC PKB Blora. Enam nama merupakan hasil penjaringan dan pemantauan langsung DPP PKB, yakni Arief Rohman, Abdul Hakim (petahana), Mustopa, Maslikan, Arifin, dan Panca Rini.
Selain itu, 13 nama lainnya muncul dari usulan internal pengurus cabang, konsultasi organisasi, hingga inisiatif pribadi.
Beberapa nama tambahan yang diusulkan antara lain Mochamad Muchklisin, Ahmad Fahim Mulaby, M. Muklisin, Eva Monalisa, hingga Yusuf Nurbaidi yang mengajukan diri.
Nama lain yang turut masuk dalam daftar usulan meliputi KH Nasir, Abdullah Aminudin, Setya Utama, Jamuri, Munawar, Khilmi Yulian Jaya, M. Husaeni, dan Asrofin.
Abdul Hakim menegaskan, perubahan mekanisme ini didasarkan pada pengalaman sebelumnya.
Menurutnya, jika pemilihan diserahkan sepenuhnya secara otonom di tingkat bawah, berpotensi memicu konflik internal.
“Tidak ada jaminan bahwa pemilihan dari bawah akan menghasilkan pemimpin terbaik. Justru berpotensi menimbulkan perselisihan dan perpecahan,” ujarnya.
Ia juga mengaku belum memastikan apakah akan kembali maju sebagai calon ketua setelah dua periode menjabat.
Namun demikian, ia membuka peluang bagi kader muda untuk tampil memimpin.
“Kalau diperkenankan, saya siap membantu di posisi manapun, termasuk sebagai wakil ketua,” katanya.
Sementara itu, proses Muscab dijadwalkan berlanjut ke tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) terhadap nama-nama yang telah diusulkan.
Hasil akhir penetapan Ketua DPC PKB Blora akan diumumkan secara nasional oleh DPP PKB pada momentum Hari Lahir (Harlah) PKB pada Juli 2026.
PKB Blora berharap, kepemimpinan baru nantinya mampu memperkuat soliditas internal partai dan langsung bergerak menghadapi tantangan politik, termasuk persiapan menuju Pemilu 2029.
“Harapannya, setelah penetapan ketua baru, pengurus bisa langsung bergerak dan menyiapkan kemenangan pada Pemilu 2029,” pungkasnya.











