BLORA,SUARABLORA.COM – Pemerintah Kabupaten Blora mulai menyusun arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan produktivitas daerah, pengembangan sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora Tahun 2027 yang digelar di Aula Bapperida, Rabu (21/1/2026).
Forum konsultasi publik ini dibuka secara daring oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, akademisi, perwakilan organisasi masyarakat, hingga tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi wadah penjaringan aspirasi publik guna menyempurnakan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman mengapresiasi capaian pembangunan Kabupaten Blora sepanjang tahun 2025, khususnya pada sektor infrastruktur.
Namun, ia tidak menutup mata terhadap tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah akibat berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Kami menyampaikan secara terbuka bahwa adanya pemotongan TKD sekitar Rp370 miliar sangat berpengaruh terhadap kemampuan fiskal daerah. Dampaknya, pada tahun 2026 pembangunan belum dapat dilakukan secara maksimal,” kata Bupati Arief.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pemkab Blora tetap berupaya mencari dukungan dan solusi alternatif agar roda pembangunan tetap berjalan.
Lebih lanjut, Bupati Arief mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berkontribusi aktif melalui gagasan inovatif dan pemanfaatan potensi lokal. Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu kunci untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, memaparkan capaian kinerja pembangunan daerah tahun 2025 yang menunjukkan tren positif pada sejumlah indikator makro. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora mencapai 5,21 persen dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali di angka 1,71 persen.
“Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,58 persen. Indeks Pembangunan Manusia juga mengalami peningkatan dan kini berada pada angka 72,35,” jelas Komang Gede. Selain itu, capaian pembangunan infrastruktur daerah telah mencapai 82,24 persen, dengan usia harapan hidup masyarakat tercatat 75,23 tahun dan angka harapan lama sekolah sebesar 12,83 tahun.
Komang Gede menambahkan, penyusunan RKPD Kabupaten Blora Tahun 2027 akan mengacu pada tema
“Peningkatan Produktivitas Daerah dan Pengembangan Pariwisata serta Ekonomi Kreatif” serta dilaksanakan secara terintegrasi melalui pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Diskusi interaktif dalam forum konsultasi publik tersebut menghasilkan berbagai masukan strategis dari peserta, termasuk dari unsur LSM dan tokoh masyarakat. Seluruh saran dan rekomendasi yang dihimpun akan menjadi bahan perumusan arah kebijakan dan program prioritas daerah, dengan harapan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Blora secara berkelanjutan.(TH)











