DI Patihan Todanan Jadi Lokasi Pertama, Proyek Irigasi Rp9,9 Miliar di Blora Mulai Jalan

Pembangunan jaringan irigasi di Kabupaten Blora mulai bergerak. Dari tujuh Daerah Irigasi (DI) yang mendapatkan bantuan melalui Inpres 2025, satu lokasi yakni DI Patihan di Kecamatan Todanan sudah mulai memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan.

‎Hal ini disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Ir. Surat S.T. Menurutnya, pelaksanaan Daerah Irigasi (DI) Patihan menjadi yang pertama karena proses kontrak sudah selesai.

“Untuk yang DI Patihan ini minggu ini sudah jalan, sementara enam lokasi lain masih tahap kontrak,” ujarnya.

‎Enam Daerah Irigasi (DI) yang menunggu kontrak itu antara lain DI Tempuran di Kecamatan Blora, DI Watu Malang dan DI Geneng di Kecamatan Jepon, DI Karanganyar 1 di Kecamatan Bogorejo, serta DI Rando Kuning dan DI Kemiri di Kecamatan Kunduran.

Surat menegaskan bahwa seluruh proyek ini didanai dengan total anggaran Rp9,9 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat. Dana tersebut dialokasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan dikelola BBWS Pemali Juana.

‎Target penyelesaian seluruh proyek adalah Desember 2025. Pemerintah menekankan bahwa jadwal ini wajib dipatuhi karena proyek tersebut masuk dalam prioritas nasional melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025.

Masyarakat di sekitar Todanan menyambut baik dimulainya pengerjaan proyek irigasi. Mereka berharap setelah rampung, aliran air ke sawah bisa lebih lancar sehingga hasil panen semakin meningkat.

‎Bagi para petani, keberadaan irigasi yang baik sangat vital. Kekurangan air selama musim kemarau atau kelebihan air saat hujan kerap menjadi masalah. Rehabilitasi diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut.

‎Selain itu, proyek ini menjadi bukti adanya sinergi kuat antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Usulan yang diajukan Blora sejak lama akhirnya terealisasi berkat dukungan Kementerian PUPR.

“Harapan kami semua lokasi bisa berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi para petani Blora,” pungkasnya.

Kembali