BLORA ,SUARABLORA.COM– Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Pasar Sido Makmur, Kabupaten Blora, Senin (18/5/2026) pagi.
Ratusan pelajar berseragam SMP memenuhi area pasar sambil membawa sapu, pengki, dan kantong sampah. Mereka bukan sedang menjalani hukuman sekolah, melainkan mengikuti aksi sosial bertajuk gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 SMP Negeri 2 Blora.
Sebanyak 957 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 diterjunkan langsung membersihkan area pasar mulai dari bagian depan hingga belakang pasar tradisional terbesar di Kota Blora tersebut. Mereka dibagi ke sejumlah titik dengan pendampingan guru dan karyawan sekolah.
Aksi yang mengusung semangat “1001 sapu” itu menjadi simbol kepedulian pelajar terhadap kebersihan lingkungan publik sekaligus upaya membangun budaya gotong royong sejak usia dini.
Ketua Forum Kabupaten Blora Sehat (FKBS) Kabupaten Blora, Ainia Sholichah, menilai keterlibatan para siswa membawa pesan penting tentang perubahan budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
“Kalian membawa energi positif di tempat publik. Ini pembelajaran yang sangat baik,” ujar Ainia di hadapan para siswa.Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam menjaga fasilitas umum merupakan langkah nyata untuk menumbuhkan kesadaran sosial tentang pentingnya lingkungan yang sehat, bersih, dan tertata.
Ia bahkan menyebut gerakan ASRI yang dijalankan SMP Negeri 2 Blora memiliki nilai inspiratif dan berpotensi menjadi contoh bagi sekolah lain di berbagai daerah.
“Setelah program ASRI digaungkan pemerintah pusat beberapa bulan terakhir, SMP 2 sudah lebih dulu menangkap dan melaksanakan gagasan itu,” katanya.
Kepala SMP Negeri 2 Blora, Tri Handayani, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni ulang tahun sekolah, melainkan bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.
“Kami ingin anak-anak memiliki kepedulian terhadap kebersihan diri, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Tri, sekolah ingin membangun kebiasaan hidup bersih yang tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, tetapi juga diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan kegiatan bersih lingkungan akan dilaksanakan rutin setiap dua bulan sekali di sejumlah titik yang membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, sekolah juga terus menjalankan program Jumat Bersih di kawasan sekitar sekolah.
Dalam pelaksanaan aksi tersebut, sebanyak 67 guru dan tenaga kependidikan ikut mendampingi siswa di lapangan. Sementara lima petugas lainnya tetap berada di sekolah untuk memastikan layanan pendidikan berjalan normal.
Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut menuju terminal sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, menegaskan sekolah saat ini tidak hanya dituntut menciptakan lingkungan belajar yang aman dari perundungan, tetapi juga menghadirkan suasana yang bersih dan nyaman bagi peserta didik.
“Sekolah harus bersih, resik, dan tertata sehingga anak-anak nyaman berada di sekolah,” katanya.
Ia menambahkan budaya hidup bersih yang ditanamkan sejak bangku sekolah diyakini mampu membentuk karakter disiplin sekaligus meningkatkan kepedulian sosial siswa terhadap lingkungan sekitar.
Gerakan ASRI yang dilakukan SMP Negeri 2 Blora itu pun menjadi contoh bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat











