Kepala SD Diduga Piting Siswa Saat Semifinal Voli HUT SMPN 1 Doplang, Korban Alami Luka di Wajah dan Keluhan Leher

BLORA ,SUARABLORA.COM— Laga semifinal bola voli dalam rangka peringatan HUT SMPN 1 Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Selasa (28/4/2026), berujung ricuh setelah muncul dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang siswa usai pertandingan.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik lantaran korban dilaporkan mengalami luka gores di bagian pipi serta mengeluhkan sakit pada leher.

Pertandingan yang mempertemukan tim SDN 3 Randulawang dengan SDN 4 Doplang berlangsung cukup sengit sejak awal. Suasana semakin memanas akibat saling ejek dan sorakan antar pendukung maupun pemain di lapangan.

Meski demikian, pertandingan akhirnya dimenangkan oleh tim SDN 3 Randulawang.

Ketegangan justru meningkat setelah pertandingan usai. Saat para pemain melakukan pendinginan dan saling berjabat tangan, keributan diduga pecah di luar area lapangan.

Dalam situasi tersebut, Kepala SDN 3 Randulawang, Sriyanto, disebut turun langsung untuk melerai siswa yang terlibat perselisihan.

Namun, upaya peleraian itu diduga berujung pada tindakan fisik terhadap salah satu pemain dari SDN 4 Doplang. Korban dilaporkan mengalami luka gores yang terlihat di wajah serta merasakan nyeri di bagian leher setelah insiden tersebut.

Salah satu saksi menyebut kondisi di lokasi sempat tidak terkendali meskipun telah dilakukan upaya pemisahan.

“Sudah sempat dilerai di lokasi, tapi malah terjadi perkelahian. Hingga akhirnya guru olahraga dari SDN 4 Doplang membela muridnya dan ikut terbawa konflik dengan Kepsek Sriyanto dari SDN 3 Randulawang,” ungkapnya.

Peristiwa ini memicu perhatian masyarakat karena melibatkan tenaga pendidik dan siswa sekolah dasar dalam kegiatan olahraga antar pelajar.

Sejumlah pihak menilai insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius, terutama terkait pengamanan pertandingan dan pengendalian emosi dalam kompetisi usia anak.

Sementara itu, Sriyanto saat dikonfirmasi membantah adanya unsur penganiayaan dalam kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakannya semata-mata untuk melerai keributan yang terjadi di antara siswa.

“Saya tidak ada niatan untuk menganiaya. Saya hanya berniat untuk melerai keduanya,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui penyebab luka yang dialami korban dan menegaskan tidak menyadari adanya tindakan yang menimbulkan cedera.

“Tidak tahu itu luka dari mana, tidak sadar. Saya tidak ada niatan untuk melakukan penganiayaan, saya hanya melerai,” pungkasnya.