REMBANG,SUARABLORA.CIM – Persikaba Blora memastikan langkah ke babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah setelah menahan imbang tuan rumah PSIR Rembang dengan skor 0-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Krida, Rembang, Rabu (21/1/2026).
Hasil tersebut terasa istimewa bagi Persikaba, mengingat tim harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal laga. PSIR Rembang yang bermain di hadapan pendukung sendiri tampil menekan dan berusaha menguasai jalannya pertandingan. Sementara Persikaba Blora merespons dengan permainan disiplin dan pertahanan rapat guna meredam agresivitas tuan rumah.
Situasi sulit dialami Persikaba pada menit ke-30 setelah gelandang Eka Febri diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Kehilangan satu pemain membuat Persikaba harus mengubah strategi dan lebih fokus menjaga kedalaman lini pertahanan demi mempertahankan peluang meraih hasil positif.
Memasuki babak kedua, PSIR Rembang semakin meningkatkan intensitas serangan. Dominasi penguasaan bola dan tekanan beruntun dilancarkan ke jantung pertahanan Persikaba. Namun, solidnya lini belakang serta penampilan impresif penjaga gawang Damar mampu menggagalkan sejumlah peluang emas tuan rumah.
Meski berada dalam tekanan hampir sepanjang babak kedua, Persikaba beberapa kali mampu keluar dari tekanan melalui skema serangan balik cepat. Upaya tersebut belum mampu membuahkan gol, namun cukup efektif dalam mengurangi intensitas tekanan PSIR.
Drama terjadi di masa injury time. Wasit menunjuk titik putih setelah menilai adanya pelanggaran pemain Persikaba di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut sempat memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persikaba Blora. Namun, peluang emas PSIR Rembang untuk meraih kemenangan gagal dimanfaatkan setelah eksekusi penalti yang dilepaskan kapten PSIR, Handoko, berhasil ditepis kiper Persikaba, Damar.
Insiden Tendangan Keras Kiper PSIR,Hingga Terkapar
Selain drama penalti, pertandingan ini juga diwarnai insiden keras yang melibatkan penjaga gawang PSIR Rembang dengan pemain Persikaba, Rizal. Dalam situasi perebutan bola, kiper PSIR melakukan kontak berbahaya yang menyebabkan Rizal terkapar dan harus mendapatkan perawatan medis. Meski demikian, wasit tidak memberikan sanksi kartu atas insiden tersebut.
Manajer Persikaba Blora, Muhammad Imfroni, menyayangkan keputusan perangkat pertandingan yang dinilai tidak memberikan perlindungan maksimal kepada pemain.
“Kami menilai insiden itu cukup serius dan berpotensi mencederai pemain. Seharusnya ada evaluasi terhadap keputusan wasit. Kami akan melaporkan kejadian ini ke Komdis dan Asprov PSSI Jawa Tengah agar ditindaklanjuti secara objektif,” ujar Imfroni.
Imfroni juga mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang tetap tampil disiplin meski bermain dengan 10 orang.
“Anak-anak bermain luar biasa hari ini. Bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama tentu tidak mudah, tapi mereka menunjukkan mental dan disiplin yang tinggi. Hasil ini sangat berarti bagi kami,” ujar Imfroni.
Dengan hasil imbang ini, Persikaba Blora mengoleksi poin yang cukup untuk memastikan kelolosan ke babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Sementara PSIR Rembang harus puas berbagi poin di kandang sendiri meski tampil dominan sepanjang pertandingan.(TH)









