Megawati Hangestri Pertiwi Raih MVP Proliga 2026, Jakarta Pertamina Enduro Pertegas Kejayaan di Final

Pemain Jakarta Pertamina Enduro Megawati dan Kawan Kawan sesang melakukan selebrasi saat pertandingan Final melawan Gresik Ponska.Dokumentasi:Tohari Ahmad/SuaraBlora.Com

Yogyakarta,SUARABLORA.COM–Final Proliga 2026 menjadi panggung gemilang bagi Megawati Hangestri Pertiwi yang tampil luar biasa bersama Jakarta Pertamina Enduro,Sabtu 25/4/2026.

Dalam laga puncak, timnya berhasil menundukkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan kemenangan meyakinkan, sekaligus mengunci gelar juara musim ini.

Penampilan impresif Megawati tidak hanya membawa timnya berjaya, tetapi juga mengantarkannya meraih dua penghargaan individu bergengsi.

Pemain asal Jember tersebut dinobatkan sebagai Best Opposite sekaligus Most Valuable Player (MVP) musim ini.

Konsistensinya sepanjang kompetisi menjadikannya salah satu sosok paling menonjol di kancah voli nasional. Serangan tajam, akurasi tinggi, serta ketenangan di momen krusial menjadi faktor utama yang mengukuhkan statusnya sebagai pemain kunci.

Keberhasilan ini semakin melengkapi perjalanan karier Megawati yang sebelumnya juga sukses meraih gelar juara bersama Jakarta BIN pada musim 2024.

Kini, bersama Pertamina Enduro, ia kembali membuktikan diri sebagai pemain penentu yang mampu menjaga performa tim hingga mencapai puncak. Gelar ini sekaligus memastikan Pertamina Enduro mempertahankan dominasi dengan meraih juara secara beruntun.

Tak hanya di sektor tim, dominasi Pertamina Enduro juga tercermin dari banyaknya pemain mereka yang meraih penghargaan individu. Shindy Sasgia tampil sebagai middle blocker terbaik berkat kontribusi kuat di lini pertahanan.

Sementara dua pemain asing, Irina Voronkova dan Wilma Alishanova Salas, sukses menyabet gelar best outside hitter setelah menunjukkan performa stabil sepanjang musim.

Di kubu Gresik Phonska Plus, meski gagal meraih gelar juara, sejumlah pemain tetap mencuri perhatian. Geofanny Eka Cahyaningtyas meraih penghargaan middle blocker terbaik,

sementara Yulis Indahyani dinobatkan sebagai libero terbaik. Peran penting juga dimainkan Arneta Putri Amelian yang meraih predikat setter terbaik berkat performa impresifnya.

Pada sektor putra, dominasi ditunjukkan oleh Jakarta LavAni Livin’ Transmedia yang sukses meraih gelar juara. Boy Arnez Arabi menjadi bintang dengan meraih dua penghargaan sekaligus sebagai Best Outside Hitter dan MVP.

Sejumlah nama seperti Taylor Sander, Hendra Kurniawan, M. Malizi, Irpan, dan Dio Zulfikri turut memperkuat dominasi tim.

Satu-satunya penghargaan yang tidak diraih LavAni datang dari Bardia Saadat yang memperkuat Jakarta Bhayangkara Presisi sebagai opposite terbaik.

Hasil akhir musim ini menegaskan bahwa kompetisi voli nasional semakin kompetitif, sekaligus menghadirkan generasi pemain baru yang berpotensi menjadi tulang punggung masa depan voli Indonesia.