PKB Blora Pasang Target Tambah Kursi, Regenerasi Kepemimpinan Jadi Kunci Pilih Arif Rohman

Abdul Hakim Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Blora Dua Periode/SuaraBlora.Com

BLORA,SUARABLORA.COM – Pergantian kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora disebut bukan sekadar proses suksesi organisasi.

Penetapan Arif Rohman sebagai nahkoda baru partai dilakukan setelah mempertimbangkan kebutuhan partai untuk meningkatkan kekuatan politik dan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.

Mantan Ketua DPC PKB Blora, Abdul Hakim, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang partai yang telah disusun secara matang.

Menurutnya, kaderisasi yang selama ini berjalan di internal PKB Blora menjadi fondasi penting dalam melahirkan pemimpin baru yang siap menghadapi tantangan politik ke depan.

Hakim yang telah memimpin PKB Blora selama dua periode menilai sistem pengaderan yang diterapkan mampu mencetak kader-kader potensial sesuai dengan arah dan kebijakan partai.

Keberhasilan proses kaderisasi itu, kata dia, terlihat dari munculnya figur-figur yang dinilai layak memimpin organisasi pada level daerah.

“Pengaderan di DPC PKB Blora berjalan baik dan sesuai dengan target yang ditetapkan partai. Terpilihnya Pak Arif Rohman menjadi salah satu bukti bahwa proses kaderisasi yang dibangun selama ini berhasil melahirkan kader yang siap memimpin,” ujar Abdul Hakim, Kamis (8/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses penentuan ketua baru tidak hanya bertumpu pada faktor senioritas maupun pengalaman organisasi. Sebaliknya, partai lebih menitikberatkan pada kemampuan calon dalam menjawab target politik yang telah ditetapkan untuk periode mendatang.

Menurut Hakim, sebelum menentukan figur yang akan memimpin DPC PKB Blora, partai terlebih dahulu menyusun sasaran strategis yang ingin dicapai.

Salah satu target utama adalah peningkatan jumlah kursi legislatif agar posisi PKB di Blora semakin kuat dalam menentukan arah kebijakan daerah.

“Yang pertama dirumuskan adalah targetnya. Setelah target ditetapkan, baru dicari siapa sosok yang paling mampu mewujudkannya. Karena itu ada mekanisme uji kelayakan dan kepatutan atau UKK sebagai bagian dari proses penilaian,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila orientasi partai hanya mempertahankan capaian yang sudah ada, maka kemungkinan besar kepemimpinan lama masih dapat dilanjutkan.

Namun karena partai menginginkan lompatan yang lebih besar, diperlukan figur baru yang memiliki kapasitas dan peluang lebih besar untuk merealisasikan target tersebut.

“Kalau targetnya hanya mempertahankan kondisi yang ada, mungkin saya masih dipilih. Tetapi karena targetnya harus meningkat, maka dipilih sosok yang dianggap mampu membawa PKB mencapai hasil yang lebih baik,” katanya.

Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi bagi PKB Blora dalam menghadapi agenda politik mendatang. Selain memperkuat struktur organisasi, partai juga dituntut memperluas basis dukungan masyarakat agar target peningkatan kursi dapat tercapai.

Hakim berharap kepemimpinan Arif Rohman mampu membawa energi baru bagi partai, memperkuat soliditas kader, serta meningkatkan eksistensi PKB di tengah masyarakat Blora. Ia optimistis pengalaman dan kapasitas yang dimiliki Arif Rohman dapat menjadi modal penting dalam mewujudkan target besar partai.

“Kami berharap PKB Blora ke depan semakin maju, semakin kuat, dan mampu meraih hasil yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Tanggung jawab itu sekarang berada di tangan ketua baru beserta seluruh kader partai,” pungkasnya.