BLORA,SUARABLORA.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan Bupati Blora, Arif Rohman, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Blora untuk masa bakti 2026–2031.
Penetapan tersebut menjadi akhir dari proses Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Blora sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan partai berlambang bola dunia di Kabupaten Blora.
Pengumuman ketua definitif disampaikan dalam agenda internal partai yang dihadiri jajaran pengurus DPC, para Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC), anggota Fraksi PKB DPRD Blora, serta sejumlah kader dan tokoh partai.
Mantan Ketua DPC PKB Blora, Abdul Hakim, mengatakan penetapan Arif Rohman merupakan kewenangan penuh DPP PKB setelah melalui serangkaian mekanisme organisasi yang berlaku di internal partai.
“Alhamdulillah DPC PKB Blora sudah diumumkan dan yang menjadi ketua definitif adalah Bapak Dr. H. Arif Rohman. Ini merupakan keputusan resmi dari DPP PKB yang harus kita hormati dan jalankan bersama,” ujar Abdul Hakim, Kamis (11/6/2026).
Penetapan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Abdul Hakim yang telah memimpin PKB Blora selama dua periode berturut-turut sejak 2016.
Di bawah kepemimpinannya, PKB berhasil mempertahankan eksistensi politiknya dan menjadi salah satu kekuatan penting dalam peta politik Kabupaten Blora.
Sementara itu, Ketua DPRD Blora sekaligus salah satu kandidat yang mengikuti proses pemilihan, Mustopa, menegaskan seluruh kader wajib menerima dan mendukung keputusan yang telah ditetapkan DPP.
Menurutnya, loyalitas terhadap keputusan partai merupakan bagian dari komitmen kader dalam menjaga soliditas organisasi.
“Ini sudah menjadi keputusan DPP. Ketika keputusan sudah ditetapkan, maka seluruh kader harus patuh dan loyal. Saya pribadi menerima keputusan ini dengan baik dan mengucapkan selamat kepada Bapak Arif Rohman atas amanah yang diberikan oleh partai,” kata Mustopa.
Ia menilai proses pemilihan yang berlangsung menunjukkan mekanisme demokrasi internal partai berjalan dengan baik. Perbedaan pilihan yang muncul selama proses penjaringan calon, lanjutnya, tidak boleh menjadi alasan munculnya perpecahan di tubuh partai.
Menurut Mustopa, tantangan politik yang akan dihadapi PKB ke depan membutuhkan kekompakan seluruh elemen partai. Karena itu, seluruh kader diharapkan segera merapatkan barisan untuk mendukung kepengurusan baru yang akan dibentuk.
Terkait susunan pengurus lengkap DPC PKB Blora periode 2026–2031, termasuk posisi wakil ketua, sekretaris, dan bendahara, Mustopa menjelaskan proses tersebut akan menjadi kewenangan ketua terpilih bersama tim formatur yang dibentuk sesuai aturan organisasi.
“Untuk struktur kepengurusan lengkap nanti akan dibahas oleh tim formatur. Itu menjadi hak dan kewenangan ketua terpilih untuk menyusun komposisi pengurus yang dianggap mampu menjalankan program partai ke depan,” jelasnya.
Terpilihnya Arif Rohman dinilai membawa harapan baru bagi PKB Blora. Selain memiliki pengalaman sebagai kepala daerah, Arif juga dikenal sebagai kader yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan PKB.
Kehadirannya di pucuk pimpinan partai diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput sekaligus meningkatkan capaian politik PKB pada pemilu mendatang.











