803 Jemaah Haji Blora Diberangkatkan Bertahap, Satu Calon Haji Gagal Berangkat karena Gangguan Kesehatan

Bupati Blora Arief Rohman Sedang Melepas Calon Jemaah Haji Blora/SuaraBlora.Com

Blora,SUARABLORA.COM–Sebanyak 803 jemaah haji asal Kabupaten Blora resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 44, 45, dan 46.

Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora sejak dini hari hingga pagi hari.

Kloter pertama diberangkatkan pada pukul 00.00 WIB, disusul kloter kedua pukul 05.00 WIB, dan kloter terakhir pukul 08.00 WIB. Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman bersama jajaran Forkopimda setempat.

Dalam sambutannya, Arief Rohman menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.

Ia juga mengingatkan bahwa para jemaah merupakan orang-orang terpilih yang telah menunggu cukup lama untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

“Alhamdulillah seluruh kloter sudah diberangkatkan. Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta kembali sebagai haji yang mabrur,” ujar Arief.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Menurutnya, kedisiplinan dan kebersamaan menjadi kunci agar seluruh proses ibadah berjalan optimal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Blora, Ali Muchyidin, menjelaskan bahwa total jemaah yang diberangkatkan mencapai 803 orang, termasuk tambahan dua jemaah cadangan.

“Untuk kloter 46 berjumlah 185 jemaah dan akan bergabung dengan jemaah asal Rembang di Asrama Haji Donohudan. Dijadwalkan masuk asrama pukul 13.00 WIB dan akan terbang ke Jeddah keesokan harinya pukul 13.15 WIB,” jelas Ali.

Namun demikian, proses pemberangkatan tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Satu jemaah dari kloter 44 terpaksa dipulangkan setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan di embarkasi.

“Ada satu jemaah yang harus ditunda keberangkatannya karena mengalami gangguan ginjal. Ini demi keselamatan yang bersangkutan selama menjalankan ibadah,” tambahnya.

Pihaknya pun mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat kondisi cuaca dan aktivitas ibadah yang cukup menguras tenaga.

“Kami minta jemaah untuk memperbanyak konsumsi air, menjaga pola makan, serta mengikuti arahan petugas agar ibadah dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tegas Ali.