BLORA,SUARABLORA.COM – Tradisi menyambut Bulan Suro kembali digelar oleh Paguyuban Seni Barong Seto Kumoro Joyo, Desa Gedangdowo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut diwujudkan melalui doa bersama dan kirab barongan keliling desa sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kirab budaya yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) itu menyusuri sejumlah wilayah di Desa Gedangdowo, mulai dari Talok, Barjadowo, Kulon Kali, Etan Kali hingga Keduwang. Ratusan warga tampak antusias menyaksikan penampilan barongan yang menjadi salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Blora.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga memiliki makna spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, Bulan Suro kerap dimaknai sebagai momentum untuk berdoa, melakukan introspeksi, serta memohon keselamatan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Ketua Paguyuban Seni Barong Seto Kumoro Joyo, Selamet Heri Widodo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen paguyuban dalam menjaga eksistensi kesenian barongan di tengah perkembangan zaman.
“Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita semua. Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mencintai dan ikut melestarikan budaya daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan seni barongan harus terus dijaga karena merupakan identitas budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Blora. Paguyuban yang dipimpinnya telah terdaftar di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora sejak 4 Desember 2013 dan hingga kini aktif melakukan berbagai kegiatan seni budaya.
Selamet juga mengajak seluruh anggota paguyuban dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya lokal agar tidak tergerus modernisasi.
“Mari kita jaga dan lestarikan budaya sebagai sarana mengapresiasikan seni sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Paguyuban Seto Kumoro Joyo menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendorong kesenian Barongan Blora mendapatkan pengakuan yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.
“Kami mendukung penuh langkah pemerintah daerah agar kesenian Barongan Blora dapat semakin dikenal dan mendapat pengakuan yang lebih luas. Harapannya, kesenian ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Blora di tingkat nasional maupun mancanegara,” tambah Selamet.
Sementara itu, Pembina Kesenian Barong Seto Kumoro Joyo, Wajikin, menegaskan bahwa seni barongan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjadi media untuk menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah hidup di tengah masyarakat selama bertahun-tahun.
“Kesenian barongan yang ada di Desa Gedangdowo kami hadirkan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus menguri-uri budaya warisan leluhur. Kami ingin barongan tetap menjadi kesenian kebanggaan masyarakat dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan budaya menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, seni barongan diyakini akan tetap eksis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai tradisionalnya.











