Gedung SDN 1 Plosorejo Kunduran Blora Rusak Parah, Siswa Dipindahkan Belajar ke Balai Desa

‎Blora,SUARABLORA.COM–Kerusakan bangunan SDN 1 Plosorejo kian memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas mengalami atap bolong, plafon ambrol, serta jendela pecah. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan mengalihkan kegiatan pembelajaran ke fasilitas milik desa.

Berdasarkan pantauan di lokasi, satu gedung sekolah dilaporkan memiliki empat ruang kelas dengan tingkat kerusakan parah. Lubang pada atap bangunan bahkan mencapai diameter sekitar 1,5 meter, sehingga berisiko runtuh sewaktu-waktu, terutama saat hujan atau angin kencang.

Kepala SDN 1 Plosorejo, Sugito, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kerusakan gedung sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan terus mengalami penurunan kualitas.

“Kerusakan ini sudah terjadi sejak tahun 2023. Tahun 2024 mulai runtuh, dan sekarang kondisinya jauh lebih parah,” kata Sugito, Senin (19/1/2026).
<span;>‎Menurutnya, demi keselamatan siswa, pihak sekolah memutuskan untuk memindahkan proses belajar mengajar ke Balai Desa Plosorejo dan ruang PKK dengan seizin pemerintah desa setempat.

“Untuk sementara kami alihkan ke Balai Desa dengan izin kepala desa. Kelas 1 dan 2 di Balai Desa, sementara kelas lainnya menggunakan ruang PKK,” ujarnya.

Sugito mengungkapkan, pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan gedung kepada dinas terkait. Pengajuan pertama dilakukan pada 2024 dan diperbarui kembali pada 2025, termasuk dalam usulan program revitalisasi sekolah. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

‎“Kami sudah mengajukan perbaikan lebih dari satu kali, bahkan sampai pengajuan ketiga. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” jelasnya.

Ia menduga, kerusakan bangunan dipicu oleh serangan rayap yang menggerogoti struktur kayu atap, ditambah kualitas material bangunan yang dinilai kurang baik sejak awal pembangunan.

‎“Kayu usuk dan reng sudah dimakan rayap. Kemungkinan dulu kualitas materialnya memang kurang bagus,” ungkapnya.

Kondisi memprihatinkan tersebut sempat direkam oleh orang tua murid dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak siswa menyampaikan harapan agar sekolah mereka segera diperbaiki.

‎“Sekolahan saya mau diperbaiki ya, Mas?” ucap seorang siswa dalam video yang viral di media sosial.

SDN 1 Plosorejo saat ini memiliki sekitar 128 siswa. Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar proses belajar mengajar dapat kembali dilakukan di gedung sekolah yang aman dan layak.(TH)