‎Anggaran Sarpras Pendidikan Blora Terpangkas Drastis, Dari Rp30 Miliar Tinggal Rp4 Miliar

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sandi Tresna Hadi (Foto: Redaksi)

Blora,SUARABLORA.COM–Pemangkasan anggaran akibat kebijakan efisiensi keuangan daerah berdampak signifikan pada sektor pendidikan di Kabupaten Blora.

Tahun anggaran berjalan, alokasi dana untuk sarana dan prasarana (sarpras) lembaga pendidikan mengalami penurunan tajam hingga mencapai Rp26 miliar, memicu kekhawatiran akan kualitas fasilitas sekolah.

‎Dinas Pendidikan Kabupaten Blora mengonfirmasi bahwa pemotongan tersebut terjadi secara besar-besaran, bahkan melampaui 50 persen dari pagu awal. Kondisi ini membuat ruang gerak pemerintah daerah dalam memperbaiki fasilitas pendidikan menjadi sangat terbatas.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Blora, Sandy Tresna Hadi, menyebut pemangkasan kali ini sebagai yang paling drastis dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengakui bahwa efisiensi anggaran berdampak langsung pada rencana rehabilitasi sekolah-sekolah di wilayah Blora.

‎“Pada tahun 2025 lalu, anggaran sarpras pendidikan masih mencapai sekitar Rp30 miliar. Namun tahun ini hanya tersisa Rp4 miliar,” ujar Sandy Tresna saat dikonfirmasi, Kamis,15/1/2026.

Menurutnya, dengan anggaran yang sangat terbatas tersebut, Dinas Pendidikan hanya mampu menjangkau sekitar 20 titik sekolah di seluruh Kabupaten Blora. Jumlah itu dinilai jauh dari kebutuhan riil, mengingat masih banyak bangunan sekolah yang kondisinya memerlukan perbaikan serius.

Sandy menjelaskan, pihaknya terpaksa menerapkan skala prioritas dengan fokus pada kerusakan paling mendesak.

“Rehabilitasi hanya difokuskan pada kondisi yang benar-benar darurat dan tidak bisa ditunda,” katanya.

‎Ia menambahkan, sebagian besar pekerjaan yang dilakukan hanyalah perbaikan ruang kelas dan fasilitas sanitasi, seperti kamar mandi sekolah. Hal itu dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meski dalam keterbatasan sarana.

‎“Kami melihat langsung tingkat kerusakan dan urgensinya. Sekolah diminta memaksimalkan anggaran yang tersedia agar fungsi utama bangunan tetap bisa digunakan,” jelas Sandy.

Dengan kondisi anggaran yang semakin menyusut, Dinas Pendidikan Blora berharap adanya dukungan kebijakan lanjutan agar sektor pendidikan tidak terus menjadi korban efisiensi. Pasalnya, kualitas sarana pendidikan dinilai sangat menentukan keselamatan, kenyamanan, dan mutu pembelajaran bagi peserta didik.(TH)