Daerah  

‎Wakil Wali Kota Tegal Hadiri Malam Sastra di Eks SD Pekauman, Apresiasi Peran Seniman Lokal

‎TEGAL,SUARABLORA.COM – Wakil Wali Kota Tegal, Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes., menegaskan bahwa sastra dan seni memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Malam Sastra yang digelar di ruang Ryanfan, eks SD Negeri Pekauman 8, Jalan Jalak Timur, Kota Tegal, Sabtu malam (27/12/2025).

‎Kegiatan tersebut diikuti oleh penyair, pegiat seni, dan komunitas sastra dari Tegal dan daerah sekitarnya. Acara berlangsung dengan konsep tanpa panggung dan podium, di mana seluruh peserta duduk lesehan di dalam ruang bekas kelas sekolah dasar.

‎Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia dan kebudayaan.

‎“Pembangunan kota tidak cukup diukur dari beton dan aspal. Kota yang hidup adalah kota yang memiliki budaya baca, ruang diskusi, dan karya sastra yang terus tumbuh,” ujar Hj. Tazkiyatul Muthmainnah.


Ia menyampaikan apresiasi terhadap komunitas sastra di Kota Tegal yang dinilainya konsisten menjaga ruang-ruang kebudayaan. Menurutnya, kegiatan sastra seperti ini menjadi wadah penting bagi ekspresi, refleksi sosial, dan dialog antarwarga.

‎Wakil Wali Kota juga menyinggung sejarah sastra Tegal yang telah dikenal di tingkat nasional, salah satunya melalui terbitnya edisi khusus penyair Tegal di majalah Horison pada tahun 1994.

‎“Ini menunjukkan bahwa Tegal memiliki jejak kuat dalam peta sastra Indonesia. Tradisi itu perlu terus dirawat dan diwariskan,” katanya.

‎Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah seniman dan budayawan Tegal yang meraih penghargaan nasional sepanjang tahun 2025, di antaranya Eko Tunas, Yono Daryono, dan Lanang Setiawan yang menerima fasilitasi dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

‎Selain itu, Kampung Seni Tegal juga disebut sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 dari Kementerian Kebudayaan RI kategori Pelopor dan/atau Pembaharu Seni dan Budaya.

‎“Prestasi para seniman ini membuktikan bahwa denyut seni dan sastra di Tegal masih terjaga dan diakui secara nasional,” ujarnya.

‎Malam Sastra tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran tiga buku puisi karya penyair Tegal, yakni Tuhan Yang Maha Cinta karya Iwang Nirwana, Mata Hati Mengalir dalam Puisi karya Riani Pemulung, dan Sajak Akhir 25 karya Moh. Iqbal Alfariky. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan bedah buku bersama Lutfi AN dengan moderator Bontot Sukandar.

‎Salah satu penyair yang hadir, Yono Daryono, menilai konsep tanpa panggung dalam Malam Sastra ini menciptakan ruang dialog yang setara antara seniman, pejabat, dan masyarakat.

‎“Tidak ada jarak antara yang berbicara dan yang mendengarkan. Semua duduk di lantai yang sama, itu yang membuat sastra terasa dekat dan jujur,” kata Yono.

a berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai ruang pertemuan kebudayaan yang terbuka dan berkelanjutan di Kota Tegal.

‎Penyelenggaraan Malam Sastra ini menjadi salah satu upaya komunitas sastra dalam menjaga ekosistem seni dan literasi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pelaku budaya dan pemerintah daerah.