BLORA,SUARABLORA.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di Desa Sendanggayam, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, berlangsung dengan suasana yang cukup meriah.
Namun, semarak kemerdekaan di desa ini tidak hanya soal hiburan dan perlombaan khas Agustusan.
Ada kegiatan lain yang justru menyentuh langsung kehidupan warga sehari-hari, yakni lomba bersih lingkungan antar-RT. Kegiatan tersebut menjadi cara
Pemerintah Desa Sendanggayam mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Lomba diikuti oleh warga mulai dari RT 01 hingga RT 06. Masing-masing lingkungan mulai berbenah dan menata wilayahnya agar terlihat lebih bersih, rapi, indah, sekaligus memiliki sentuhan kreativitas.
Bagi warga, kegiatan ini tentu menjadi kesempatan untuk mempercantik lingkungan tempat tinggal. Tetapi di sisi lain, ada suasana berbeda yang terasa karena warga harus bekerja bersama.
Ada yang membersihkan jalan, merapikan halaman, menata fasilitas umum hingga membuat berbagai kreasi untuk memperindah lingkungan.

Kepala Desa Sendanggayam, Mashuri, mengatakan lomba bersih lingkungan sebenarnya bukan kegiatan yang baru digelar tahun ini. Kegiatan tersebut sudah berjalan sekitar tiga tahun terakhir dan terus dilanjutkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat.
Menurut Mashuri, kegiatan itu pada awalnya mendapat dukungan dari BRI. Setelah itu, Pemerintah Desa Sendanggayam memilih untuk meneruskannya agar semangat menjaga kebersihan tidak berhenti hanya karena kegiatan atau bantuan dari pihak tertentu.
“Lomba seperti ini sudah berjalan sekitar tiga tahun. Awalnya dari BRI, kemudian kami teruskan dari pemerintah desa. Harapannya bukan hanya saat lomba saja lingkungan bersih, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari,” kata Mashuri.
Ia menilai momentum peringatan HUT RI menjadi waktu yang pas untuk mengajak warga kembali memperhatikan lingkungan masing-masing.
Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara maupun berbagai perlombaan, tetapi juga melalui kegiatan sederhana yang manfaatnya bisa dirasakan bersama.
Apalagi, Desa Sendanggayam juga menjadi salah satu desa yang masuk dalam program atau kategori Desa Berlian. Karena itu, persoalan kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian yang terus didorong oleh pemerintah desa.
Mashuri berharap keberadaan lomba tersebut bisa membuat masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan sebenarnya bukan pekerjaan yang sulit apabila dilakukan bersama-sama.
Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak harus selalu menunggu adanya program pemerintah. Kesadaran warga menjadi bagian penting karena masyarakatlah yang setiap hari tinggal dan beraktivitas di lingkungan tersebut.
“Tujuannya selain lingkungan menjadi bersih, masyarakat juga terbentuk karakter perilaku hidup bersih dan sehat. Kemudian yang tidak kalah penting adalah kekompakan, gotong royong dan keguyuban warga,” ujarnya.
Semangat gotong royong itulah yang menjadi salah satu nilai utama dalam lomba bersih lingkungan tersebut. Warga dari masing-masing RT tidak hanya dituntut menghasilkan lingkungan yang bersih, tetapi juga menunjukkan kekompakan dalam prosesnya.
Suasana menjelang penilaian pun menjadi lebih ramai. Warga saling berkoordinasi untuk menentukan bagian mana yang perlu dibersihkan dan ditata.
Ada pula yang ikut memikirkan bagaimana lingkungan mereka bisa terlihat menarik tanpa meninggalkan kesan sederhana dan khas kehidupan masyarakat desa.
Menurut Mashuri, kondisi seperti itu justru menjadi salah satu manfaat terbesar dari kegiatan tersebut. Ketika warga berkumpul dan bekerja bersama, komunikasi antarwarga menjadi lebih dekat.
Yang sebelumnya mungkin jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, akhirnya bisa kembali berkumpul dalam kegiatan bersama. Dari kegiatan sederhana membersihkan lingkungan, rasa kebersamaan pun bisa tumbuh.
Dalam lomba tersebut, penilaian tidak hanya melihat kebersihan. Kreativitas, keindahan dan kekompakan warga juga menjadi bagian yang diperhatikan.
Penilaian rencananya dilakukan pada 21 Agustus 2026. Tim juri berasal dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinpora Budpar) Kabupaten Blora.
Adanya tim penilai dari luar desa membuat masing-masing RT tentu ingin memberikan tampilan terbaik. Meski begitu, pemerintah desa mengingatkan warga agar tidak menjadikan hadiah sebagai tujuan utama.
Pemerintah Desa Sendanggayam memang telah menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar Rp1,5 juta.
Sementara hadiah untuk juara kedua dan ketiga berasal dari total Rp1,5 juta yang dibagi untuk kedua pemenang.
Nominal hadiah tersebut diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi warga. Namun, lebih dari itu, Pemerintah Desa Sendanggayam ingin agar kebiasaan baik yang muncul selama lomba tetap dilanjutkan setelah kegiatan selesai.
Sebab, percuma jika lingkungan hanya terlihat bersih ketika ada penilaian. Harapannya, kebersihan bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat.
Mashuri pun mengajak seluruh warga Sendanggayam untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan tetap menjaga suasana kebersamaan. Menurutnya, lomba bersih lingkungan bukan sekadar mencari siapa yang paling bagus, tetapi menjadi sarana untuk membangun kesadaran bersama.
Ia berharap setelah HUT RI ke-81 selesai, semangat warga untuk menjaga lingkungan tidak ikut berhenti. Kebersihan harus tetap dijaga, gotong royong terus dilakukan dan hubungan antarwarga semakin guyub.
“Kami mengimbau warga agar terus membiasakan hidup bersih, menjaga lingkungan dan meningkatkan gotong royong. Yang paling penting bukan hanya mendapatkan juara, tetapi bagaimana setelah lomba ini masyarakat tetap kompak, guyub dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas Mashuri.











