BLORA,SUARABLORA.COM — Kunjungan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn) Trenggono ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat, 11 September 2026, berlangsung di tengah penanganan kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, agenda tersebut sempat diwarnai situasi yang menunjukkan belum mulusnya koordinasi di lapangan.
Trenggono datang ke Blora setelah muncul dugaan keracunan yang menyebabkan 216 orang mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
Gejala yang dilaporkan antara lain sakit perut, diare, dan muntah. Hingga hari keempat setelah kejadian, sejumlah korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Di tengah kunjungan pejabat BGN itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini atau Bude Rini sempat bergerak menuju Klinik Citra Mulia di Kecamatan Tunjungan.
Ia menggunakan kendaraan dinas bernomor polisi K 2 E. Namun, setibanya di klinik, rombongan Pemkab tidak mendapati rombongan BGN di lokasi.
Kendaraan yang membawa Bude Rini kemudian meninggalkan klinik dan bergerak menuju pusat Kota Blora. Di kawasan perempatan Biandono, kendaraan tersebut justru mengambil arah menuju Lapangan Golf Blora sebelum kembali bergerak ke wilayah Tunjungan.
Rombongan Pemkab akhirnya menuju Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2. Di lokasi itu, jajaran Pemkab Blora menunggu kedatangan rombongan BGN. Sekitar 15 menit kemudian, rombongan Trenggono tiba sekitar pukul 14.00 WIB.
Pertemuan kemudian berlangsung tertutup di area SPPG Sukorejo 2. Trenggono bersama jajaran BGN dan Pemkab Blora masuk ke dapur SPPG. Seorang dokter dari RS PKU Blora juga dipanggil untuk mengikuti pertemuan tersebut.
Sebelum mendatangi SPPG Sukorejo 2, Trenggono diketahui mengunjungi RS PKU Blora. Kunjungan itu untuk melihat kondisi korban yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Ia sebelumnya juga mendatangi RSUD Dr. R. Soetijono Blora untuk melihat korban yang masih mendapatkan perawatan.
Dalam kunjungan tersebut, Trenggono tidak terlihat didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora dan hanya terlihat bersama Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka dari Fraksi Gerindra, Korwil SPPG Blora Artika Diannita, serta jajaran BGN.
Kunjungan BGN itu menjadi penting karena dilakukan ketika pelaksanaan program MBG di Blora tengah mendapat perhatian akibat dugaan keracunan massal.
Selain memeriksa kondisi korban di rumah sakit, BGN juga mendatangi SPPG yang berkaitan dengan penyediaan makanan. Rangkaian pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjelaskan persoalan yang terjadi sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di Blora











