BLORA,SUARABLORA.COM – Pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora Kota, Jawa Tengah, yang direncanakan mulai dikerjakan pada tahun ini, dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah pembangunan daerah berbasis pendidikan dan ekonomi.
Kampus yang akan berlokasi di kawasan depan Pasar Rakyat Sidomakmur tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah perkotaan Blora.
Sujalmo, tokoh Aliansi Masyarakat Blora (AMB) yang sejak awal mengawal penempatan kampus UNY di pusat kota, menilai bahwa pemilihan lokasi sudah tepat. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak salah arah dalam pelaksanaan dan pengelolaan pembangunan.
Menurut dia, lokasi tersebut tidak hanya strategis secara geografis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang telah terbentuk sejak beberapa tahun terakhir.
“Pengembangan kampus ini akan memberi dampak besar, terutama pada sektor transportasi dan ekonomi masyarakat,” kata Sujalmo, Jumat 23/1/2026.
Ia menjelaskan, dimulainya pembangunan kampus UNY pada tahun ini akan menandai perubahan signifikan terhadap pola mobilitas masyarakat di kawasan kota.
Aktivitas akademik yang akan berkembang ke depan, kata dia, perlu diimbangi dengan sistem transportasi publik yang terintegrasi.
“Seluruh aktivitas nantinya harus terhubung dengan angkutan umum, termasuk bus, agar pertumbuhan tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.
Dari sisi tata ruang, kawasan depan Pasar Rakyat Sidomakmur merupakan titik strategis karena menjadi simpul pertemuan akses dari berbagai arah, mulai dari wilayah selatan, timur, hingga jalur tengah kota.
Ia mencatat, kawasan tersebut sebelumnya telah menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi sejak beberapa tahun terakhir. Dengan dimulainya pembangunan kampus UNY tahun ini, efek berantai tersebut diperkirakan akan semakin menguat.
“Dengan kampus UNY, kawasan ini bisa kembali hidup dan berkembang,” katanya.
Dampak ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), disebut akan mulai terasa seiring bergulirnya pembangunan. setidaknya separuh kawasan kota Blora berpotensi ikut terdongkrak.
“Usaha kuliner, jasa transportasi, rumah kos, hingga usaha kecil lainnya akan tumbuh. Ini peluang besar bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Namun Dirinya mengingatkan bahwa dimulainya pembangunan pada tahun ini harus dibarengi dengan pengawalan ketat agar proyek berjalan sesuai rencana dan tidak menyimpang dari tujuan awal.
Peran media, aktivis, dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memastikan proses pembangunan berlangsung transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga kualitas bangunan sesuai standar.
“Saya bersama Mbak Yayun dan teman-teman akan terus mengawal pembangunan ini. Ini proyek strategis jangka panjang dan keterbukaan, pengawasan publik menjadi kunci,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga mendorong keterlibatan tenaga kerja dan kontraktor lokal dalam proses pembangunan melalui mekanisme lelang yang sehat dan kompetitif.
“Kalau kontraktor lokal bisa bersaing secara terbuka, itu akan memberi dampak positif bagi kemandirian ekonomi daerah,” katanya.
Menurut dia, tantangan utama pembangunan kampus UNY tidak terletak pada aspek legal formal, karena perencanaan telah tersedia, melainkan pada pengawasan pelaksanaan di lapangan.
Pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan warga selama proses pembangunan berlangsung serta diskusi publik dan keterbukaan informasi mutlak diperlukan agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari,
“Pengawasan harus melibatkan semua pihak agar prosesnya berjalan bersih dan transparan”, Ujarnya.
Sujalmo berharap pembangunan kampus UNY yang mulai dikerjakan pada tahun ini dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan bebas dari kepentingan tertentu.
“Ini investasi jangka panjang untuk pendidikan dan masa depan Blora. Karena itu, harus dijaga bersama,” Pungkasnya.(TH)











