BLORA,SUARABLORA.COM – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak hanya diwujudkan dengan pemasangan bendera merah putih dan lampu hias.
Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, seorang warga justru menghadirkan replika atau dekorasi unik berbentuk pocong bercahaya yang menarik perhatian masyarakat.
Replika atau dekorasi tersebut berdiri di Dukuh Keboan RT 01 RW 02, Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo Blora. Pada malam hari, sosok menyerupai pocong yang dihiasi lampu LED berwarna biru tampak mencolok di tepi jalan desa dan menjadi tontonan warga yang melintas.
Pencipta dekorasi unik itu adalah Sony, seorang pekerja mebel yang sehari-hari bekerja di industri mebel setempat. Ia mengaku ide membuat pocong hias tersebut muncul setelah melihat berbagai kreasi dekorasi kemerdekaan yang beredar di media sosial, khususnya TikTok.
”Awalnya saya melihat di TikTok. Kemudian saya berpikir untuk membuat sesuatu yang berbeda dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Akhirnya bersama teman-teman saya membuat bentuk pocong seperti ini,” ujar Sony saat ditemui di kediamannya.
Menurutnya, proses pembuatan dekorasi tersebut dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Kerangka utama dibuat dari kombinasi kawat besi dan bambu agar kuat sekaligus ringan saat dipasang.
Sony menjelaskan, pemilihan lampu LED berwarna biru juga bukan tanpa alasan. Ia sengaja menghindari penggunaan warna putih yang identik dengan sosok pocong agar tidak menimbulkan ketakutan bagi warga yang melintas, terlebih lokasi pemasangan berada tepat di depan rumahnya dan dekat akses jalan desa.
”Kalau lampunya putih saya khawatir warga jadi takut. Apalagi posisi rumah saya berada di bagian depan saat orang masuk desa. Karena itu saya memilih warna biru supaya terlihat unik dan lebih ramah dipandang,” katanya.
Keberadaan pocong bercahaya tersebut kini menjadi salah satu replika atau dekorasi yang paling mencolok di lingkungan Dukuh Keboan.
Sejumlah warga bahkan sengaja berhenti untuk melihat dan mengabadikan gambar dekorasi tersebut menggunakan telepon genggam.
Meski mengusung bentuk yang identik dengan cerita mistis, Sony menegaskan bahwa karya tersebut murni sebagai bentuk kreativitas warga dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.
Baginya, semangat gotong royong dan inovasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menyambut bulan Agustus.
“Saya ingin membuat sesuatu yang berbeda. Tujuannya untuk ikut menyambut HUT RI lewat ide kreatif yang bisa menghibur masyarakat,” ungkapnya.
Kreativitas warga Desa Kebonrejo ini menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan dengan konsep yang biasa.
Dengan memanfaatkan bahan sederhana dan ide yang unik, dekorasi tersebut berhasil mencuri perhatian sekaligus menjadi simbol antusiasme masyarakat dalam menyambut peringatan 81 tahun Indonesia merdeka.











