Blora,SUARABLORA.COM–Pemerintah Kabupaten Blora mempercepat langkah pendirian kampus Universitas Negeri Yogyakarta di Kabupaten Blora.
Sejumlah dokumen penting mulai dari hibah tanah, perizinan usaha, hingga persetujuan lingkungan kini dikebut agar pembangunan kampus segera memasuki tahap realisasi.
Percepatan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini di ruang rapat Wakil Bupati, Senin (25/5/2026). Rapat dihadiri jajaran rektorat UNY serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Blora.
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini meminta seluruh pihak tidak memperlambat proses administrasi yang saat ini masih berjalan.
“Tolong ada percepatan. Berkas apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” tegas Sri Setyorini di hadapan peserta rapat.
Menurutnya, kehadiran kampus negeri di Blora menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Jawa Tengah.
Beberapa dokumen yang menjadi fokus percepatan antara lain Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah tanah dari Pemkab Blora kepada UNY, Nomor Induk Berusaha (NIB), klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), analisis dampak lalu lintas (amdalalin), rekomendasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD), hingga dokumen persetujuan lingkungan.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Blora dan pihak UNY juga membagi tugas agar proses administrasi berjalan lebih cepat dan tidak tumpang tindih. Pengurusan sertifikat dan BAST akan ditangani pihak UNY, sementara draft BAST dan proses pelimpahan aset disiapkan oleh Pemkab Blora melalui OPD terkait.
Direktur Direktorat Prasarana, Sarana dan Aset UNY, Prof. Dr. Ir. Slamet Widodo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng bersama tim turut mengikuti pembahasan teknis tersebut. Kehadiran pihak rektorat UNY dinilai penting untuk memastikan seluruh syarat pendirian kampus sesuai regulasi pemerintah pusat.
Budhe Rini berharap tahapan administrasi dasar mulai bisa dirampungkan pada awal Juni 2026 sehingga proses pembangunan fisik dan operasional kampus tidak mengalami keterlambatan.
“Kita ingin proses ini berjalan cepat tetapi tetap sesuai aturan. Semakin cepat dokumen selesai, maka tahapan pembangunan kampus juga bisa segera dimulai,” ujarnya.
Sementara itu, pihak UNY menyampaikan bahwa kampus yang direncanakan berdiri di Blora nantinya akan membuka lima program studi pada tahap awal. Setiap program studi diperkirakan mampu menampung sekitar 60 mahasiswa dalam satu angkatan.
Rencana pendirian kampus negeri tersebut mendapat perhatian luas karena dinilai dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Blora dan kawasan sekitar tanpa harus keluar daerah.
Selain itu, keberadaan kampus juga diproyeksikan mendorong tumbuhnya sektor pendukung seperti hunian mahasiswa, usaha kuliner, transportasi, hingga jasa ekonomi kreatif di sekitar kawasan pendidikan baru tersebut.











