‎Wakil Bupati Blora Libatkan Gen Z dan Perempuan Dorong Pariwisata serta Ekonomi Kreatif dalam RKPD 2027

‎BLORA,SUARABLORA.COM – Pemerintah Kabupaten Blora mendorong keterlibatan aktif generasi muda dan perempuan dalam pengembangan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif. Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora tahun 2027.

‎Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah harus disusun secara partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk Generasi Z yang dinilai memiliki kapasitas kuat di bidang digital dan kreativitas.

“Gen Z bukan lagi sekadar generasi penerus, tetapi sudah menjadi pelaku utama dalam transformasi digital. Mereka punya peran besar sebagai kreator konten, penggerak UMKM berbasis digital, hingga promotor pariwisata melalui media sosial,” ujar Sri Setyorini dalam forum Musrenbang.

‎Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuka ruang luas bagi anak muda untuk berkontribusi langsung terhadap promosi potensi daerah. Ia menilai, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Blora memiliki peluang besar jika dikemas secara inovatif dan dipasarkan secara masif melalui platform digital.

Selain generasi muda, Pemkab Blora juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah. Sri Setyorini yang akrab disapa Budhe Rini menyebut perempuan memiliki kontribusi nyata di berbagai sektor strategis.

“Perempuan Blora telah membuktikan kiprahnya di sektor UMKM, pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga industri rumahan. Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi bagian dari strategi pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. “Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Jika keluarga kuat, maka daerah juga akan semakin maju,” katanya.

Dalam perencanaan pembangunan 2027, Pemkab Blora juga memastikan pendekatan yang inklusif dengan memberi perhatian terhadap kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, masyarakat kurang mampu, dan kelompok marginal lainnya.

“Pembangunan harus dirasakan semua lapisan masyarakat. Kita ingin pariwisata dan ekonomi kreatif berkembang, tetapi tetap inklusif dan memberi manfaat ekonomi secara merata,” jelas Sri Setyorini.

Blora dinilai memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Penguatan desa wisata, promosi potensi daerah, serta pembangunan ekosistem ekonomi kreatif menjadi prioritas dalam rencana kerja mendatang.

Melalui Musrenbang RKPD 2027, pemerintah daerah berharap muncul gagasan inovatif dan aplikatif dari masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mencapai target pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.(TH)