Blora,SUARABLORA.COM – Kondisi akses jalan utama menuju objek wisata Tempuran di Kabupaten Blora masih memprihatinkan. Dari total panjang sekitar 800 meter, sebagian besar ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan dan belum tertangani secara menyeluruh. Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas pariwisata dan pergerakan ekonomi masyarakat sekitar.
Pemerintah Desa Tempuran telah melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran desa. Namun, keterbatasan dana membuat pembangunan belum bisa menjangkau seluruh ruas jalan hingga ke kawasan waduk Tempuran.
Kepala Desa Tempuran, Keman, menyampaikan bahwa hingga saat ini desa baru mampu membangun sekitar 208 meter dari total kebutuhan perbaikan jalan. Ia berharap pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur yang menjadi penopang sektor pariwisata tersebut.
“Baru sekitar 208 meter yang bisa kami bangun dari desa. Masih kurang jauh sampai ke waduk. Harapannya ada perhatian dari Pemkab, tinggal sithik mas,” ujar Keman saat ditemui, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, keberadaan objek wisata Tempuran memiliki peran penting dalam mendongkrak pendapatan daerah. Aktivitas wisata yang terus berjalan turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar.
“Wisata Tempuran ini salah satu penyumbang pajak terbesar di Blora. Kalau aksesnya bagus, tentu dampaknya besar bagi ekonomi masyarakat dan daerah,” tegasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman mengakui bahwa perbaikan infrastruktur jalan, termasuk akses menuju kawasan wisata, masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Ia menyebutkan bahwa pada tahun anggaran 2026, Pemkab Blora terdampak kebijakan efisiensi fiskal dari pemerintah pusat.
“Memang di tahun 2026 ini kita ada efisiensi anggaran. Dana transfer dari pusat dipotong hampir Rp 370 miliar, sehingga cukup berdampak pada pembangunan infrastruktur,” kata Bupati Arief.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Blora tidak tinggal diam. Salah satu langkah yang tengah ditempuh adalah mengajukan bantuan pendanaan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan kepada pemerintah pusat sebagai solusi atas keterbatasan APBD.
“Kita sedang berupaya mengajukan Inpres jalan ke pusat. Alhamdulillah kemarin Blora sudah dibantu hampir Rp 100 miliar, dan semoga ke depan jalan-jalan rusak, termasuk akses wisata, bisa kembali dibantu melalui Inpres,” jelasnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi jalan keluar untuk percepatan perbaikan infrastruktur strategis di Blora. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Sementara itu, masyarakat dan pengelola wisata Tempuran berharap proses pengajuan bantuan dapat segera direalisasikan, sehingga perbaikan akses jalan bisa dilakukan secara menyeluruh demi meningkatkan kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan perekonomian lokal.(Fitriana AZA)











