‎Pemkab Blora Targetkan Dongkrak Ekonomi Lewat Gebyar Ramadan 2026, 100 UMKM Padati Alun-Alun

‎BLORA,SUARABLORA.COM – Pemerintah Kabupaten Blora resmi membuka Gebyar Ramadan 1447 H/2026 M yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Blora, Kamis (26/2/2026) sore. Kegiatan tahunan tersebut diikuti sekitar 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Blora.

‎Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, disusul pelepasan balon oleh Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini bersama jajaran ForkopimdaKamis (26/2/2026) sore.

Kegiatan tahunan tersebut diikuti sekitar 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Blora.

‎Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, disusul pelepasan balon oleh Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan organisasi wanita. Usai seremoni, para tamu undangan langsung meninjau dan berbelanja di sejumlah stan UMKM yang memenuhi area alun-alun.

Bupati Arief Rohman dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora pada 2025 mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Blora tercatat sebesar 5,2 persen, naik sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kami laporkan berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora tahun 2025 meningkat menjadi 5,2 persen. Kenaikan ini mayoritas didukung sektor UMKM. Karena itu momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, Gebyar Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Bupati juga meminta Sekretaris Daerah mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar turut meramaikan kegiatan tersebut.

“Saya minta Pak Sekda mengatur agar ASN di setiap dinas ikut berbelanja di stan UMKM secara bergiliran. Kita jadwalkan sampai 12 Maret nanti agar semua dinas mendapat giliran. Harapannya perputaran ekonomi di sini semakin terasa,” tegasnya.

Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Kiswoyo, menjelaskan bazar Ramadan tahun ini berlangsung hingga 12 Maret 2026. Selain produk makanan dan takjil, stan yang tersedia juga menjual aneka buah, kerajinan tangan, produk fesyen, hingga kebutuhan rumah tangga.

“Ada sekitar 100 pelaku UMKM yang terlibat. Tidak hanya kuliner, tetapi juga produk kerajinan, pakaian, dan lainnya. Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya bagi UMKM lokal untuk meningkatkan omzet selama Ramadan,” jelas Kiswoyo.

Menurutnya, kegiatan ini terselenggara atas koordinasi Dindagkop UKM bersama Dekranasda Kabupaten Blora. Selain bazar UMKM, rangkaian acara juga diisi penampilan seni Islami dari tingkat TK, SD, SMP, hingga MTs guna menambah daya tarik pengunjung.

“Tidak hanya belanja, masyarakat juga bisa menikmati hiburan religi dari anak-anak sekolah. Bahkan ada pojok pajak dan layanan publik dari MPP Kabupaten Blora yang ikut membuka stan pelayanan,” tambahnya.

‎Salah satu pelaku UMKM, Handayani, penjual sate kikil, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam Gebyar Ramadan tahun ini. Ia menyebut ini kali pertama dirinya mengikuti bazar yang difasilitasi pemerintah daerah.

“Senang sekali bisa jualan di sini. Biasanya saya berjualan di dekat kantor DLH. Terima kasih kepada Pak Bupati dan jajaran yang sudah kembali mengadakan gebyar Ramadan,” ungkap Handayani.

‎Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun karena dinilai efektif meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pelanggan.

Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif pelaku usaha, Pemkab Blora menargetkan Gebyar Ramadan 2026 mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga tren pertumbuhan ekonomi daerah yang positif di tengah dinamika ekonomi nasional.(TH)