Pemerintah Desa (Pemdes) Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.
Melalui kegiatan sosial yang digelar pada Selasa (7/10/2025), sebanyak 245 paket sembako disalurkan kepada warga terdampak tragedi kebakaran sumur minyak yang terjadi di Dukuh Gendono.
Bantuan ini tidak hanya ditujukan bagi warga yang terdampak secara langsung, tetapi juga bagi mereka yang terkena imbas secara tidak langsung dari peristiwa tersebut.
Penyaluran bantuan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pemuda-pemuda desa yang turun langsung ke rumah-rumah warga, memastikan bahwa setiap paket benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Sebagian bantuan juga diserahkan kepada masing-masing ketua RT untuk kemudian didistribusikan secara merata di wilayahnya masing-masing. Langkah ini dipilih agar proses penyaluran berlangsung cepat, tepat sasaran, dan tidak ada warga yang terlewatkan.
Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto, menegaskan pentingnya partisipasi aktif semua pihak dalam proses ini.
“Kita semua harus saling membantu. Keterlibatan anak-anak muda ini sangat membanggakan karena mereka menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton,” ujarnya.
Iwan juga menyampaikan bahwa semangat kebersamaan masyarakat Gendono tetap terjaga meski mereka tengah menghadapi masa sulit.
“Musibah ini memang berat, tapi kebersamaan dan kepedulian yang muncul dari warga justru menjadi kekuatan utama kita untuk bangkit,” tambahnya.
Bantuan ini bukan yang pertama kali diberikan. Sejak awal terjadinya insiden kebakaran, sejumlah pihak seperti Polres Blora, TNI, BPBD, BAZNAS, hingga lembaga kemanusiaan lainnya telah memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga dukungan moral bagi warga terdampak.
“Pemerintah Desa Gandu sangat berterima kasih atas semua perhatian dan bantuan yang telah diberikan berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa kita tidak sendiri,” ujar Iwan.
Penyaluran ratusan paket sembako ini menjadi wujud nyata kolaborasi berbagai elemen, baik pemerintah, lembaga kemanusiaan, maupun masyarakat. Komitmen ini akan terus dijaga hingga kondisi warga benar-benar pulih dan kehidupan kembali normal.

