Dukung Penuh Barongan Mendunia, Ketua DPRD Blora Nilai Pengakuan UNESCO Perkuat Identitas Budaya Daerah

Blora,SUARABLORA.COM–Ketua DPRD Blora menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pengusulan Seni Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen lembaga legislatif dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya daerah yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Blora selama puluhan tahun.

‎Menurut Ketua DPRD Blora, Seni Barongan tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Ia menilai, Barongan bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan ekspresi nilai spiritual, kearifan lokal, serta jati diri wong Blora yang diwariskan secara turun-temurun. “Barongan adalah identitas budaya daerah yang harus dijaga dan diperjuangkan keberlanjutannya,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa pengakuan UNESCO diyakini mampu memperkuat posisi Seni Barongan di tingkat nasional maupun internasional. Namun demikian, ia mengingatkan agar proses pengusulan tidak berhenti pada aspek administratif semata, melainkan diiringi dengan upaya pelestarian yang nyata dan berkelanjutan.

“Pengakuan dunia penting, tetapi yang utama adalah Barongan tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya,Jumat 30/1/2026.

‎Lebih lanjut, Ketua DPRD Blora menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung proses pengusulan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku seni Barongan, akademisi, dan komunitas budaya dinilai menjadi kunci agar seluruh tahapan pengusulan dapat berjalan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan UNESCO.

“Pelaku seni harus dilibatkan sejak awal, karena merekalah penjaga utama tradisi Barongan,” tegasnya.

‎Ia juga mengakui adanya sejumlah tantangan yang perlu dihadapi dalam proses menuju pengakuan UNESCO, di antaranya keterbatasan data tertulis, belum meratanya regenerasi seniman, serta konsistensi program pembinaan. Tantangan tersebut, menurutnya, harus dijawab melalui kebijakan yang berpihak pada pelestarian budaya jangka panjang.

DPRD Blora, lanjutnya, siap mengawal dan mendukung proses pengusulan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia mendorong pemerintah daerah agar serius menyiapkan kelengkapan administrasi, kajian akademik, serta dokumentasi komprehensif sebagai syarat utama pengajuan ke UNESCO.

“Tanpa kesiapan dokumen yang kuat, proses ini tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.

‎Selain itu, Ketua DPRD Blora menilai penting adanya program pembinaan berkelanjutan bagi kelompok seni Barongan. Upaya tersebut mencakup penguatan kapasitas seniman, regenerasi pelaku seni, serta perluasan ruang pertunjukan agar Barongan tetap relevan dan diminati generasi muda.

‎Ia menegaskan bahwa pengakuan UNESCO bukanlah tujuan akhir dari perjuangan pelestarian Seni Barongan. Yang lebih utama, menurutnya, adalah keberlangsungan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“UNESCO hanyalah bonus, sedangkan pelestarian adalah kewajiban kita bersama,” jelasnya.

Ketua DPRD Blora optimistis, apabila Seni Barongan berhasil diakui UNESCO, dampaknya akan sangat luas bagi daerah. Selain memperkuat identitas budaya, pengakuan tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan seniman serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.

“Ini akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi Blora di mata dunia,” pungkasnya.(Sukron As Ary)