BLORA ,SUARABLORA.COM– Polemik dugaan bau tak sedap yang muncul di lingkungan SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, membuka persoalan baru terkait pemahaman teknis pengolahan limbah di tingkat daerah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora mengakui belum memiliki kejelasan mengenai perbedaan mendasar antara grease trap dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Kepala DLH Blora, Istadi Rusmanto, secara terbuka menyatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan pendalaman dari tenaga ahli untuk memastikan fungsi dan perbedaan kedua komponen tersebut.
Pernyataan ini disampaikan saat dikonfirmasi terkait dugaan belum optimalnya sistem pengolahan limbah di lokasi SPPG Sukorejo 2 Tunjungan.
“Untuk hal itu, nanti harus kita tanyakan ke ahli IPAL terlebih dahulu,” ujar Istadi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menyimpulkan tanpa dasar teknis yang kuat. Menurutnya, langkah konsultasi menjadi penting agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganan limbah yang berdampak pada lingkungan.
“Iya, nanti harus kita cek dulu dan lihat secara teknisnya seperti apa,” tambahnya.
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa fasilitas pengolahan limbah di SPPG tersebut belum sepenuhnya dilengkapi dengan sistem IPAL yang memadai. Saat ini, baru tersedia grease trap yang berfungsi sebagai penyaring awal limbah, khususnya untuk memisahkan minyak, lemak, dan material padat sebelum masuk ke proses pengolahan lanjutan.
Koordinator SPPG Tunjungan, Setiawan, menjelaskan bahwa grease trap dan IPAL memiliki fungsi berbeda namun tidak bisa dipisahkan dalam satu sistem pengelolaan limbah yang ideal.
“Grease trap itu ibarat penyaring awal. Dia menjebak minyak, lemak, bahkan benda padat agar tidak langsung masuk ke IPAL,” jelas Setiawan.
Ia menambahkan, tanpa keberadaan grease trap, kinerja IPAL tetap berjalan, namun beban kerja akan meningkat drastis dan berpotensi menurunkan efektivitas pengolahan.
“IPAL memang masih bisa memproses, tapi akan terbebani. Kalau sudah terbebani, hasilnya tentu tidak maksimal,” ujarnya.
Lebih jauh, Setiawan menegaskan bahwa grease trap bukanlah IPAL, melainkan bagian dari rangkaian sistem pengolahan limbah.
“Kalau saya menyebutnya, grease trap itu bagian dari IPAL. Alurnya memang dari grease trap dulu, baru masuk ke IPAL,” tegasnya.











