BLORA,SUARABLORA.COM – Pemerintah Kabupaten Blora resmi meluncurkan Logo dan Tema Hari Jadi ke-276 yang akan diperingati pada 11 Desember 2025 mendatang. Peluncuran ini disampaikan langsung melalui akun resmi Bupati Blora, Arief Rohman, sebagai bentuk penyampaian publik sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangkaian peringatan hari bersejarah tersebut.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Blora mengusung tema kuat dan penuh makna, yaitu “Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur.” Tema ini mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk melangkah maju membangun Blora secara berkelanjutan. Dengan rasa cinta damai, rukun, serta tekad menuju kemakmuran, Blora diharapkan semakin dikenal luas melalui potensi unggulannya.
Bupati Arief Rohman menjelaskan bahwa tema tersebut bukan hanya slogan, tetapi roh yang diharapkan menggerakkan seluruh masyarakat.
“Bersatu bergandeng tangan untuk mewujudkan pembangunan Blora yang berkelanjutan. Kita ingin Blora maju, makmur, dan semakin misuwur di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya dalam unggahan resmi.
Selain tema, Pemkab Blora juga memperkenalkan desain Logo Hari Jadi ke-276. Logo tersebut merupakan karya Diyah Ayu Sulistianingsih, desainer asal Desa Balong, Kecamatan Jepon, yang menjadi salah satu peserta terpilih dalam lomba desain yang diselenggarakan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Blora. Karya tersebut dipilih karena dinilai paling mampu merepresentasikan identitas, potensi alam, dan kekayaan budaya Blora secara komprehensif.
Pada logo tersebut, angka 2 berwarna hijau dihiasi ornamen daun jati, melambangkan kekayaan hutan jati yang luas serta ikon alam Blora yang telah lama menjadi simbol identitas daerah. Kehadiran warna hijau juga mencerminkan kelestarian lingkungan serta dominasi sektor pertanian sebagai sumber penghidupan masyarakat.
Angka 7 tampil dalam warna biru dengan siluet sumur minyak dan tetesan minyak di bagian tengah. Elemen ini melambangkan potensi migas yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Blora. Selain itu, warna biru juga menggambarkan pengembangan sektor industri serta dorongan menuju ekonomi kreatif yang mandiri dan inovatif.
Sementara itu, angka 6 diwarnai oranye dengan ilustrasi ungker berputar, melambangkan kearifan lokal serta seni budaya masyarakat Blora yang terus hidup hingga kini. Warna oranye turut menggambarkan optimisme, kreativitas, serta semangat adaptasi masyarakat dalam menyambut perubahan dan kemajuan daerah.
Peluncuran logo dan tema ini juga disertai pengumuman mengenai jadwal pemasangan banner dan baliho Hari Jadi Blora ke-276. Pemkab Blora akan mengeluarkan petunjuk teknis resmi melalui surat edaran yang ditujukan kepada seluruh instansi, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, desa, hingga kelurahan. Pemasangan direncanakan berlangsung mulai 1 hingga 31 Desember 2025.
Selain menjadi identitas visual, logo dan tema Hari Jadi ke-276 ini diharapkan mampu memupuk kebanggaan masyarakat sekaligus menegaskan arah pembangunan Blora. Pemerintah mengajak seluruh warga untuk ikut merayakan, menyemarakkan, serta mendukung program pembangunan dengan semangat persatuan.
Dengan peluncuran ini, Pemerintah Kabupaten Blora optimis bahwa momentum Hari Jadi ke-276 dapat menjadi titik energi baru untuk menjadikan Blora semakin maju dan diperhitungkan dalam berbagai sektor. “Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur,” bukan sekadar tema, melainkan komitmen kolektif menuju masa depan yang lebih baik.

