BLORA,SUARABLORA.COM – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora memasuki tahap penting.
Sebanyak sembilan pejabat Pemerintah Kabupaten Blora mengikuti uji kompetensi melalui metode Assessment Center di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Uji kompetensi tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 24–25 September 2026. Assessment menjadi bagian dari rangkaian Seleksi Terbuka dan Kompetitif Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekda Kabupaten Blora.
Tahapan ini dilakukan untuk memetakan kompetensi para peserta, terutama kemampuan kepemimpinan, manajerial, pengambilan keputusan, hingga respons terhadap berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Wakil Bupati Blora, Hj Sri Setyorini, mengatakan jabatan Sekda memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu penggerak utama roda birokrasi.
Karena itu, proses seleksi tidak hanya melihat rekam jejak administratif, tetapi juga kapasitas calon dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kami ingin memastikan bahwa Sekda yang terpilih nanti benar-benar memiliki kapasitas manajerial, kepemimpinan yang kuat, serta mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Blora,” kata Sri Setyorini saat membuka kegiatan.
Sekda nantinya memiliki tanggung jawab besar dalam mengoordinasikan perangkat daerah sekaligus memastikan kebijakan kepala daerah dapat diterjemahkan ke dalam kerja birokrasi secara efektif.
Posisi tersebut juga berkaitan erat dengan kesinambungan administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menekankan seluruh tahapan seleksi harus dijalankan berdasarkan prinsip objektivitas dan kompetensi. Proses tersebut diharapkan menghasilkan pejabat yang mampu bekerja lintas sektor dan menghadapi dinamika pemerintahan yang terus berkembang.
Sementara itu, Asesor SDM Tingkat III SSDM Polri Kombes Pol Wiraga Dimas Tama, S.I.K., M.Si., menjelaskan Assessment Center digunakan sebagai instrumen untuk melihat potensi serta kompetensi peserta secara lebih komprehensif.
Dalam sambutan Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri yang dibacakannya, assessment disebut menjadi salah satu instrumen penting dalam menilai kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kepekaan peserta terhadap perubahan dan dinamika lingkungan strategis.
“Assessment Center menjadi instrumen penting untuk memastikan terpilihnya pejabat yang memiliki kemampuan manajerial serta kepekaan terhadap dinamika lingkungan strategis,” ujarnya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Blora Heru Eko Wiyono mengatakan hasil assessment tersebut dijadwalkan diumumkan pada 6 Oktober 2026. Setelah itu, peserta akan memasuki tahapan seleksi berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 9 Oktober 2026.
Sembilan pejabat yang mengikuti assessment yakni Kepala Dinas Kesehatan Daerah Edi Widayat, Inspektur Daerah Irfan Agustin Iswandaru, Kepala Dinporabudpar Iwan Setiyarso, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mohamad Toha Mustofa, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Ngaliman, Kepala BPPKAD Pitoyo Trusingtyas, Kepala Dinas Pendidikan Sunaryo, Kepala Dinas PMD Yayuk Windrati, serta Sekretaris BPPKAD Susi Widyorini.
Mereka kini harus melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum nantinya mengerucut pada satu nama yang akan menduduki jabatan Sekda Kabupaten Blora. Jabatan tersebut menjadi posisi strategis dalam mengawal koordinasi perangkat daerah, administrasi pemerintahan, serta pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Sri Setyorini menegaskan proses seleksi diharapkan mampu menghasilkan Sekda yang tidak hanya memiliki pengalaman birokrasi, tetapi juga mampu menggerakkan organisasi pemerintahan secara efektif dan memastikan pelayanan kepada masyarakat terus diperkuat.
“Yang paling penting, Sekda nantinya mampu bekerja dengan baik, menguatkan tata kelola pemerintahan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Blora,” tegasnya.











