BLORA,SUARABLORA.COM – Aktivitas industri hulu migas di Kabupaten Blora kembali bergerak dinamis. Sumur eksplorasi Dara Jingga (DRJ)-001 yang berada di Desa Menden, Kecamatan Kradenan, kini memasuki fase uji produksi, sebuah tahapan krusial untuk menentukan potensi cadangan energi di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim eksplorasi Subholding Upstream Pertamina melalui PT Pertamina EP Cepu Field, di bawah pengawasan ketat SKK Migas. Uji produksi menjadi momen penting dalam rangkaian eksplorasi karena akan menguji kemampuan alir serta kandungan gas dari lapisan bawah permukaan yang telah dibor.
Dalam tahap ini, berbagai parameter teknis akan dianalisis secara menyeluruh untuk memastikan kelayakan sumur dalam mendukung produksi migas ke depan. Hasil dari pengujian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan berikutnya, termasuk potensi komersialisasi.
Meski melibatkan proses pembakaran gas atau flaring, pihak operator memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai standar keselamatan dan lingkungan yang berlaku.
Gas hasil uji produksi dibakar secara terkendali melalui sistem flare guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Geoscientist Exploration Operation Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Tutus Fidiatmoko, menegaskan bahwa fenomena api dan cahaya dari flare merupakan bagian normal dalam operasi migas.
“Kepulan api dan cahaya dari flare pit merupakan hal yang normal dan terkendali dalam operasi migas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kegiatan dan tetap tenang,” ujar Tutus, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, pengawasan terhadap potensi bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) dilakukan secara intensif dengan dukungan tim tanggap darurat khusus yang siaga penuh selama proses berlangsung.
Selain itu, seluruh kegiatan telah melalui tahap sosialisasi kepada masyarakat sekitar serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi serta meminimalkan potensi kekhawatiran publik.
“Aspek keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama kami. Kami juga membuka ruang komunikasi dengan warga agar setiap perkembangan kegiatan dapat dipahami bersama,” lanjutnya.
Uji produksi ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih lima hari, dengan aktivitas flaring dilakukan pada pagi hingga sore hari. Sementara itu, cahaya api dari flare diperkirakan masih akan terlihat menjelang malam, meski tidak ada pembakaran yang dilakukan pada malam hari.
Dengan dimulainya tahapan ini, Pertamina berharap eksplorasi sumur DRJ-001 dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya dari sektor gas bumi.











