BLORA,SUARABLORA.COM — Aksi pencurian sepeda motor mewarnai keramaian acara sedekah bumi (gas deso) yang digelar di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.
Sejumlah kendaraan milik warga dilaporkan hilang saat pemiliknya tengah menikmati hiburan orkes dangdut,yang memicu kekhawatiran soal keamanan di tengah kegiatan masyarakat.
Kepolisian setempat memastikan bahwa jumlah kendaraan yang hilang tidak sebanyak kabar yang beredar di masyarakat.
Kapolsek Todanan, Iptu Suhari, menegaskan bahwa data resmi hanya mencatat tiga unit sepeda motor yang dilaporkan ke pihak kepolisian, dengan satu laporan yang memenuhi syarat administratif.
“Kalau ada yang menyebut lima atau delapan unit, itu tidak berdasar. Yang datang ke polsek hanya tiga orang, dan dari jumlah itu hanya satu yang melapor resmi karena memiliki kelengkapan surat kendaraan,” ujar Suhari saat dikonfirmasi.
Menurutnya, dua sepeda motor lainnya yang dilaporkan tidak dapat diproses lebih lanjut karena tidak dilengkapi dokumen kepemilikan yang sah. Hal ini menjadi kendala dalam penanganan kasus serta pendataan kerugian secara akurat.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyisiran awal, polisi menduga pelaku pencurian tidak beraksi sendirian. Indikasi tersebut menguat setelah melihat pola kejadian dan waktu yang relatif singkat dalam melancarkan aksi.
“Kalau melihat kondisi di TKP, hampir bisa dipastikan pelaku lebih dari satu orang. Ada indikasi mereka bekerja secara berkelompok,” jelas Suhari.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan identitas maupun asal kelompok pelaku. Penyelidikan masih terus dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
“Identitas pelaku belum diketahui. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dari hasil olah TKP dan penyisiran CCTV di sekitar area,” tambahnya.
Peristiwa ini terjadi saat ratusan warga menghadiri pertunjukan dangdut dalam rangka sedekah bumi yang digelar pada malam hari.
Minimnya pengawasan parkir diduga menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya. Terlebih, lokasi parkir saat itu tidak dikelola secara resmi dan tidak dipungut biaya.
Kejadian baru disadari para korban setelah acara selesai dan mereka hendak pulang. Kepanikan sempat terjadi ketika sejumlah warga mendapati kendaraan mereka sudah tidak berada di lokasi parkir.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian kembali mengingatkan pentingnya pengamanan kendaraan, khususnya saat menghadiri acara dengan tingkat keramaian tinggi.
Polisi juga menyarankan agar panitia penyelenggara menyediakan sistem parkir yang lebih tertata dan diawasi.
“Kami sudah mengimbau agar setiap kegiatan masyarakat, terutama yang menghadirkan banyak orang, wajib menyiapkan kantong parkir yang jelas dan aman. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tegas Suhari.











