BLORA,SUARABLORA.COM – Kinerja perekonomian Kabupaten Blora pada tahun 2025 menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat mencapai 5,34 persen atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, tingkat kemiskinan di Kabupaten Blora juga mengalami penurunan hingga berada di angka 10,68 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program pembangunan daerah mulai memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai sektor strategis yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan.
“Alhamdulillah, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora pada tahun 2025 mencapai 5,34 persen dan angka kemiskinan berhasil turun menjadi 10,68 persen. Ini menunjukkan tren yang positif dan menjadi hasil kerja sama seluruh pihak,” ujar Arief Rohman,Kamis 12/3/2026.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memperkuat berbagai sektor potensial yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Salah satunya melalui pengembangan sektor minyak dan gas berbasis sumur rakyat, serta penguatan sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Arief menambahkan bahwa berbagai program pemberdayaan masyarakat juga akan terus diperluas guna menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem di wilayah pedesaan.
“Kami berkomitmen agar pada tahun 2026 pertumbuhan ekonomi Blora bisa terus meningkat. Berbagai sektor potensial seperti migas, ekonomi kreatif, dan UMKM akan terus didorong. Di sisi lain, program pemberdayaan masyarakat juga akan diperkuat agar kemiskinan ekstrem dapat terus ditekan,” pungkasnya.(TH)











