‎Wow!Baznas Blora Himpun Zakat Rp13,8 Miliar Sepanjang 2025

‎BLORA ,SUARABLORA.COM– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora mencatat capaian positif dalam penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah sepanjang tahun 2025. Total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp13,8 miliar, yang sebagian besar berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora.

‎Ketua Baznas Kabupaten Blora, Sutaat, mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran berzakat di kalangan ASN. Namun demikian, pihaknya menilai potensi zakat di Blora masih sangat besar dan perlu terus dioptimalkan melalui perluasan sumber penghimpunan dana.

‎Untuk tahun 2026, Baznas Blora menargetkan pengumpulan dana zakat sebesar Rp14 miliar. Target tersebut tidak hanya mengandalkan kontribusi ASN, tetapi juga akan diperluas dengan melibatkan berbagai lembaga dan badan usaha milik negara maupun daerah.

‎“Pengumpulan Rp13,8 miliar ini bersumber dari ASN. Tahun depan target Rp14 miliar dan sumbernya tidak hanya dari ASN, tetapi juga dari BUMN, Bank Jateng, Bank Blora Artha BKK, hingga PDAM,” ujar Sutaat.

‎Selain penghimpunan dana, Baznas Blora juga menjalankan berbagai program pendistribusian, salah satunya Program Gastra yang menyasar anak yatim. Sepanjang tahun 2025, program tersebut telah menyalurkan santunan sebesar Rp173 juta kepada 1.000 anak yatim, dengan nominal bantuan Rp300 ribu per anak.

‎Namun, Sutaat mengakui anggaran tersebut masih belum mencukupi kebutuhan yang ada. Berdasarkan data yang dimiliki Baznas, jumlah anak yatim di Kabupaten Blora tergolong cukup besar, khususnya pada jenjang usia sekolah dasar.

‎“Selama dua bulan berjalan itu kurang lebih Rp173 juta. Itu untuk 1.000 anak yatim, masing-masing Rp300 ribu. Idealnya, kami membutuhkan sekitar Rp300 juta untuk menjangkau lebih banyak penerima,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, dari total 2.207 anak yatim usia sekolah dasar di Blora, baru sekitar sepertiga yang dapat menerima manfaat Program Gastra. Kondisi tersebut belum termasuk anak yatim pada jenjang pendidikan menengah pertama.

‎“Belum lagi SMP. Jadi ini baru sekitar sepertiga yang bisa kami layani. Insyaallah akan bergilir, karena total kebutuhannya hampir Rp640 juta,” kata Sutaat.

‎Baznas Blora berharap dukungan dari berbagai pihak terus meningkat agar program-program sosial yang dijalankan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendorong optimalisasi potensi zakat di Kabupaten Blora.