‎Viral Video 25 Detik: Dugaan Perundungan di Toilet SMP Blora Guncang Publik, Dinas Terkait Turun Tangan

BLORA,SUARABLORA.COM-Sebuah video berdurasi sekitar 25 detik yang menampilkan dugaan perundungan di salah satu SMP di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tengah menjadi perhatian luas masyarakat. Rekaman yang beredar melalui sebuah aplikasi berbayar itu memperlihatkan seorang siswa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari beberapa teman sebayanya di dalam kamar mandi sekolah.

‎Dalam video tersebut, korban tampak dipukul dan diejek. Sementara itu, sejumlah siswa lain yang berada di lokasi kejadian hanya menonton tanpa berupaya melerai atau memberikan bantuan. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, karena menunjukkan betapa perundungan masih menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan, terutama ketika banyak siswa memilih untuk diam saat melihat tindakan yang merugikan orang lain.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak dapat dianggap sebagai perilaku iseng atau kenakalan anak semata. Menurutnya, aksi perundungan memiliki dampak yang panjang terhadap perkembangan psikologis korban serta iklim belajar di sekolah.

<span;>‎“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa. Kasus ini akan kami tangani serius agar tidak terulang,” ujar Sunaryo. Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan harus melibatkan seluruh pihak, baik guru, siswa, maupun orang tua, untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan kepedulian di lingkungan sekolah.

‎Pihak sekolah telah memanggil para siswa yang terlibat beserta orang tua masing-masing untuk mengikuti proses mediasi. Dalam kesempatan itu, kepala sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan perundungan dalam bentuk apa pun. Ia juga menampik adanya unsur pembiaran dan menyebutkan bahwa insiden terjadi saat jam istirahat ketika pengawasan terfokus di area lain.

‎“Kami sudah mempertemukan orang tua pelaku dan korban, serta melakukan koordinasi dengan Polsek, Unit PPA Polres Blora, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial. Pembinaan lanjutan sedang disusun,” jelas kepala sekolah.

‎Kapolsek Blora Kota, AKP Rustam, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian langsung mendatangi sekolah setelah video tersebut menyebar. Langkah awal tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi sekaligus memastikan situasi tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat akan dilakukan secara bertahap.

“Senin besok semua pihak yang terlihat dalam video akan kami mintai keterangan,” kata Rustam. Ia menambahkan bahwa penanganan kasus ini mempertimbangkan usia para pelaku yang masih berada dalam tahap pembentukan karakter, sehingga pendekatan yang dilakukan tidak hanya menitikberatkan pada penindakan.

‎Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora juga turun langsung menangani pendampingan psikososial. Kepala Dinsos P3A, Luluk Kusuma Agung Ariadi, menyebutkan bahwa pihaknya telah menerjunkan pekerja sosial untuk melakukan asesmen awal terhadap korban dan para pelaku. Pendampingan ini akan berlangsung berkelanjutan, agar kondisi emosional korban dapat kembali pulih dan para siswa yang terlibat dapat dibina secara tepat.

‎“Fokus kami adalah pemulihan kondisi psikologis anak serta pembinaan karakter bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Luluk. Ia menilai bahwa penanganan perundungan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya sebatas menyelesaikan konflik sesaat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Sekolah harus memperkuat sistem pengawasan, guru perlu lebih peka terhadap interaksi siswa, dan orang tua harus memberikan pendidikan karakter sejak dini. Lingkungan pendidikan idealnya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, berkembang, dan membentuk diri tanpa ada rasa takut maupun tekanan dari teman sebaya.

Editor: Redaksi

Kembali