‎Pihak Kontraktor Resmi Laporkan Saudara AGS atas Dugaan Pengrusakan Pekerjaan Peningkatan Jalan Turirejo–Palon–Nglobo

BLORA,SUARABLORA.COM – Pihak kontraktor proyek peningkatan Jalan Turirejo–Palon–Nglobo resmi melaporkan seorang berinisial AGS ke Polres Blora atas dugaan pengrusakan dan penghambatan pekerjaan di lokasi proyek, tepatnya di wilayah Desa Palon.

‎Pelapor, Hermawan Susilo selaku perwakilan kontraktor, menyampaikan bahwa laporan tersebut dibuat sebagai tindak lanjut atas sejumlah kejadian yang dinilai telah mengganggu kelancaran pekerjaan di lapangan.

Ia menegaskan, tindakan yang dilakukan terlapor bukan hanya sebatas protes, tetapi sudah masuk pada dugaan perusakan fisik hasil pekerjaan.

“Ya, ini saya menindaklanjuti kejadian pengrusakan dan penghambatan pekerjaan kemarin di Desa Palon. Hari ini saya resmi membuat laporan di Polres Blora,” ujar Hermawan, Jumat (21/2/2026).

Menurutnya, salah satu peristiwa yang dilaporkan adalah aksi penyetopan atau penghadangan kendaraan saat proses dropping material proyek. Selain itu, AGS juga diduga melintasi badan jalan yang baru selesai dicor dan masih dalam kondisi basah.

“Yang saya laporkan pertama penyetopan saat dropping material. Kemudian kemarin itu dia melintasi cor yang masih basah sehingga merusak pekerjaan tersebut,” tegasnya.

‎Hermawan mengungkapkan, sejak awal proyek berjalan, terlapor disebut kerap mempertanyakan papan informasi kegiatan hingga beberapa kali menghadang aktivitas proyek.

Pihak kontraktor menilai tindakan tersebut telah menghambat progres pekerjaan yang sedang berjalan sesuai jadwal.

Ia menambahkan, terdapat saksi dari warga Desa Palon yang mengetahui langsung kejadian tersebut dan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh pihak kepolisian.

Pihak kontraktor berharap laporan ini dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar pekerjaan peningkatan jalan dapat berjalan kondusif tanpa gangguan.

Proyek peningkatan Jalan Turirejo–Palon–Nglobo sendiri merupakan akses strategis yang menunjang mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian di wilayah setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak AGS terkait laporan tersebut.(TH)