‎Perkuat Ketahanan Pangan, Blora Kembangkan Kandang Petelur Berbasis Desa dan Hilirisasi Jagung Lokal

‎Blora ,SUARABLORA.COM– Pemerintah Kabupaten Blora mulai memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah melalui pengembangan sektor peternakan berbasis desa.

Langkah itu ditandai dengan peresmian Kandang Petelur Merah Putih di Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo, yanga diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi sekaligus penopang kebutuhan gizi masyarakat.

‎Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menegaskan bahwa keberadaan kandang petelur tersebut bukan sekadar proyek bantuan, melainkan embrio kemandirian pangan desa yang dapat direplikasi di wilayah lain.

“Kandang ini kami rancang sebagai prototipe. Harapannya, desa-desa lain bisa meniru sehingga kebutuhan protein hewani dapat dipenuhi dari produksi lokal, bukan bergantung pasokan luar daerah,” ujar Arief saat peresmian, Sabtu (7/2/2026).

‎Menurutnya, produksi telur lokal nantinya diprioritaskan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Blora.

‎“Ke depan kami ingin seluruh SPPG menyerap telur dari peternak lokal. Dengan begitu perputaran ekonomi tetap berada di Blora dan petani maupun peternak ikut merasakan manfaatnya,” tegasnya.

‎Arief juga mendorong agar sektor peternakan tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan potensi pertanian Blora yang melimpah. Ia menyebut Blora sebagai penghasil jagung terbesar kedua di Jawa Tengah dengan produksi sekitar 490 ribu ton per tahun.

‎“Jika jagung lokal bisa diolah menjadi pakan ternak, maka hilirisasi akan terbentuk. Nilai tambahnya kembali ke desa dan membuka peluang usaha baru bagi BUMDes maupun koperasi,” jelasnya.

‎Selain penguatan ekonomi, Pemkab Blora juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah berencana mendirikan Politeknik Agroindustri Diploma 3 dengan program studi pertanian, peternakan, dan perikanan.

‎“Kami berharap setiap desa dapat mengirimkan minimal tiga calon mahasiswa. Generasi muda harus menjadi motor penggerak sektor pangan di Blora,” imbuh Arief.

‎Peresmian kandang petelur tersebut turut dihadiri Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Dr. (HC) Tjiu Thomas Effendy, jajaran Forkopimda, serta kelompok peternak setempat. Bantuan 600 ekor ayam petelur dan sarana kandang dari Charoen Pokphand Foundation Indonesia dinilai menjadi stimulus penting bagi masyarakat.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

‎“Penguatan produksi telur di tingkat desa merupakan strategi tepat untuk menopang Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat,” katanya.

‎Pemerintah Kabupaten Blora menargetkan Desa Kebonrejo menjadi sentra percontohan peternakan modern yang terintegrasi dengan sektor pertanian. Dengan ekosistem tersebut, desa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi produsen pangan yang mandiri dan berdaya saing.(TH)