BLORA,SUARABLORA.COM – Pemerintah Kabupaten Blora resmi meluncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan daya beli di pasar rakyat. Gerakan tersebut dilaunching secara langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Jumat (23/1/2026) pagi di halaman Pasar Sido Makmur, Blora.
Peluncuran gerakan ini dilakukan usai kegiatan senam pagi bersama dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, Ketua TP PKK Kabupaten Blora Hj. Aini Sholihah, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Blora.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pasar tradisional di tengah tantangan ekonomi dan persaingan dengan pasar modern.
“Ini bukan sekadar imbauan, tapi gerakan bersama. Kita ingin ASN menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan cara sederhana, yakni berbelanja di pasar tradisional terdekat setiap hari Jumat,” tegas Bupati.
Bupati Arief juga memaparkan potensi besar dari gerakan tersebut. Dengan jumlah ASN di Kabupaten Blora mencapai sekitar 11 ribu orang, perputaran uang yang tercipta dinilai mampu memberikan dampak signifikan bagi pedagang kecil.
“Kalau satu ASN belanja Rp50 ribu saja, maka dalam sehari bisa tercipta perputaran uang sekitar Rp550 juta. Ini sangat membantu menghidupkan pasar rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Blora Komang Gede Irawadi menyampaikan bahwa gerakan ini juga menjadi wujud rasa syukur ASN atas kondisi keuangan daerah yang masih mampu menjaga hak pegawai, khususnya Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), tanpa adanya pemotongan.
“Alhamdulillah, TPP ASN Blora tidak mengalami pemotongan. Maka sudah selayaknya kita bersyukur dengan cara membantu pedagang kecil melalui belanja di pasar tradisional,” kata Komang.
Ia menambahkan, jika minimal 1.000 ASN rutin berbelanja dengan nominal Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, maka suntikan dana segar yang masuk ke pasar dapat mencapai lebih dari Rp100 juta setiap pekan, terutama menjelang bulan Ramadhan.
Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Blora. Kepala Dinas Kiswoyo menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah pembenahan di Pasar Sido Makmur untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Mulai dari penerapan sistem e-parkir, penambahan pintu keluar untuk mengurai antrean, peningkatan transaksi non-tunai, hingga perbaikan kebersihan dan toilet umum yang kini gratis dan terawat,” jelasnya.
Menurut Kiswoyo, selain meningkatkan omzet pedagang, gerakan ini juga berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor parkir dan retribusi pasar.
Usai peresmian, Bupati Arief Rohman bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora langsung meninjau aktivitas pasar dan berbelanja kebutuhan dapur seperti cabai, bumbu, serta jajanan tradisional. Kegiatan tersebut turut diikuti para ASN yang tampak antusias memadati lapak pedagang.
Salah satu pedagang Pasar Sido Makmur, Darni (43), mengaku senang dengan adanya gerakan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kalau bisa jangan cuma hari Jumat. Kalau sering begini, pasar jadi lebih ramai, apalagi sebentar lagi Ramadhan dan Lebaran,” ujarnya.
Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional diharapkan mampu menjadi stimulus ekonomi berkelanjutan yang memperkuat ketahanan usaha mikro serta mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku ekonomi rakyat di Kabupaten Blora.(TH)











