BLORA,SUARABLORA.COM – Proyek pembangunan Embung Karangjati yang berada di Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami keterlambatan penyelesaian dari target waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
Proyek yang seharusnya rampung pada akhir November 2025 tersebut hingga pertengahan Desember masih dalam tahap pengerjaan di lapangan. Kondisi ini menandakan bahwa pelaksanaan proyek belum sepenuhnya selesai sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
Site Engineer CV Mitra Karya Mandiri, Alie Ardlinie, mengakui adanya keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan embung tersebut. “Kalau sesuai kontrak, pekerjaan ini seharusnya selesai tanggal 29 November, namun sampai sekarang memang masih mengalami kemunduran sekitar tiga minggu,” ujar Alie, Sabtu (13/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab keterlambatan berasal dari waktu mulai pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana awal kontrak.
“Dalam kontrak pekerjaan seharusnya dimulai tanggal 4 Juli, sementara pelaksanaan di lapangan baru bisa dimulai pada 24 Juli, sehingga waktu pekerjaan berkurang sejak awal,” katanya.
Selain faktor waktu mulai, kondisi cuaca juga turut mempengaruhi progres pekerjaan. Pembangunan embung yang bersifat pekerjaan terbuka dinilai cukup rentan terhadap hambatan alam, terutama saat memasuki musim penghujan.
“Pekerjaan ini bukan pekerjaan gedung, melainkan pekerjaan terbuka, sehingga ketika musim hujan, proses pengerjaan di lapangan memang cukup terhambat,” ungkap Alie menjelaskan kondisi di lapangan.
Ia menambahkan bahwa pada tahap awal pelaksanaan, akses menuju lokasi proyek belum tertata dengan baik, sehingga pihak pelaksana harus melakukan pekerjaan tambahan untuk membuka jalur menuju area pembangunan.
“Akses awal menuju lokasi belum siap, sehingga kami perlu melakukan pekerjaan tambahan agar alat dan material bisa masuk,” ucapnya.
Akibat keterlambatan tersebut, pihak pelaksana dikenai sanksi denda sesuai ketentuan kontrak. Besaran denda yang dikenakan mencapai Rp8,5 juta per hari dengan estimasi keterlambatan sekitar 20 hari kalender.
Sementara itu, Lurah Karangjati, Akhmad Jati Waluyo, berharap agar pembangunan Embung Karangjati dapat segera diselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap pekerjaan ini bisa segera rampung dan tetap menjaga kualitas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).











