BLORA,,SUARABLORA.COM — Kegiatan pasar murah akan digelar di 16 kecamatan di Kabupaten Blora menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Program ini disiapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Pelaksanaan pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Maret 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di kantor kecamatan masing-masing agar masyarakat di berbagai wilayah dapat lebih mudah mengaksesnya.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Blora, Pujiariyanto, mengatakan kegiatan pasar murah merupakan bagian dari gerakan BUMD peduli inflasi yang digelar menjelang Lebaran, saat kebutuhan bahan pokok masyarakat biasanya meningkat.
“Kegiatan ini kita sebar di 16 kecamatan agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah menjelang Lebaran,” ujar Pujiariyanto, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, ada lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Kelima BUMD itu di antaranya BPD Bank Jateng, BPR BKK, BPH, BPE, serta Perumda Air Minum (PDAM).
Menurutnya, setiap titik pasar murah akan mendapatkan alokasi bahan pokok dalam jumlah yang sama agar distribusinya merata di seluruh kecamatan.
“Setiap lokasi memiliki porsi yang sama. Untuk beras disiapkan sekitar 2 ton. Kemudian telur dan gula masing-masing 2 kuintal, minyak goreng sekitar 200 liter, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing 50 kilogram,” jelasnya.
Dengan adanya pasar murah tersebut, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasar sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.(TH)











