Berita  

Kabar Baik untuk Anak Muda Blora, Cuma Rp 2 Juta,Bisa Berangkat ke Jepang, Hanya Melalui LPK Genki Kenshu Senta

BLORA,SUARABLORA.COM – Kabar baik bagi anak muda di Kabupaten Blora yang ingin bekerja di Jepang, tetapi terkendala biaya awal. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Genki Kenshu Senta di Kecamatan Jepon menawarkan program penyaluran tenaga kerja ke Negeri Sakura dengan skema dana talangan. Melalui program ini, calon peserta cukup membayar Rp 2 juta di awal, sedangkan sisa biaya keberangkatan dapat dicicil setelah menerima gaji di Jepang.
‎
‎Komisaris LPK Genki Kenshu Senta, Supriyanto, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri. Menurutnya, keterbatasan modal awal tidak seharusnya langsung memupus keinginan calon pekerja untuk mengikuti pelatihan dan mempersiapkan diri bekerja di Jepang.
‎
‎”Jadi biaya bukan lagi menjadi kendala utama. Cukup bayar Rp 2 juta di awal, sisanya dicicil setelah magang di Jepang,” jelas Supriyanto.
‎
‎Meski biaya awal relatif ringan, calon peserta tetap perlu mengetahui bahwa total biaya keberangkatan diperkirakan berkisar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Karena itu, rincian biaya, besaran cicilan, jangka waktu pembayaran, serta ketentuan dana talangan perlu dipahami secara jelas sebelum peserta menyetujui perjanjian.
‎
‎LPK Genki Kenshu Senta beralamat di Jalan Seso–Sayuran KM 4, Desa Puledagel RT 01/01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Lembaga ini berdiri pada 2020, memperoleh izin dari Kementerian Ketenagakerjaan pada 2021, dan mulai memberangkatkan peserta ke Jepang pada 2022.
‎
‎Untuk mengikuti program tersebut, calon peserta perlu memiliki niat yang kuat, kondisi kesehatan yang baik, serta pendidikan minimal lulusan SMK atau sederajat. Peserta juga harus mengikuti pelatihan dan melewati tahapan seleksi sesuai persyaratan pekerjaan yang dituju. Persyaratan dokumen dan ketentuan khusus lainnya perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak LPK.
‎
‎Proses persiapan hingga keberangkatan umumnya membutuhkan waktu sekitar enam sampai tujuh bulan bagi peserta yang serius dan mampu memenuhi persyaratan. Namun, waktu tersebut bisa mencapai 10–12 bulan apabila peserta belum lolos wawancara atau masih membutuhkan persiapan tambahan. Dengan demikian, keberangkatan tetap bergantung pada kesiapan peserta dan hasil seleksi.
‎
‎Peluang pekerjaan yang ditawarkan mencakup berbagai sektor, mulai dari konstruksi, perawatan lansia atau kaigo, perhotelan, restoran, pengolahan makanan, pertanian, perkebunan, hingga pengemudi. Calon peserta dapat mencari informasi mengenai bidang yang tersedia agar dapat menyesuaikan pilihan dengan minat, kemampuan, dan persyaratan pekerjaan.
‎
‎Supriyanto menyebut minat masyarakat untuk mengikuti pembelajaran secara langsung di LPK Genki Kenshu Senta mengalami peningkatan. Jika sebelumnya jumlah siswa yang belajar langsung berada di kisaran 10–20 persen dalam setiap angkatan, kini angkanya disebut telah mencapai 60–80 persen.
‎
‎Pada 2026, LPK Genki Kenshu Senta menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 70 orang per bulan atau mendekati 800 orang dalam setahun. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Blora, dengan tetap memperhatikan kesiapan pelatihan, kelulusan seleksi, dan ketersediaan penempatan.
‎
‎Keberadaan lembaga pelatihan di wilayah Blora diharapkan memudahkan anak muda memperoleh informasi mengenai peluang kerja ke Jepang tanpa harus mencari lembaga pelatihan ke luar daerah. Calon peserta dapat datang langsung ke lokasi LPK untuk menanyakan persyaratan, tahapan pendaftaran, pilihan bidang pekerjaan, dan mekanisme pembiayaan.
‎
‎Meski menawarkan kemudahan biaya awal, calon pekerja tetap harus berhati-hati sebelum mendaftar. Legalitas lembaga dan program penempatan, kepastian perusahaan penerima di Jepang, kontrak kerja, serta rincian pembiayaan perlu diperiksa agar calon peserta memahami hak dan kewajibannya.
‎
‎Melalui program tersebut, LPK Genki Kenshu Senta berharap semakin banyak anak muda Blora memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengalaman kerja internasional. Pengalaman serta penghasilan yang diperoleh selama bekerja di Jepang diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, membangun usaha, maupun mengembangkan karier setelah kembali ke Indonesia.