BLORA,SUARABLORA.COM – Suasana Kota Blora berubah semarak saat ratusan peserta mengikuti Kirab Budaya dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora Tahun 2025. Arak-arakan budaya ini menjadi penanda kuat bahwa nilai tradisi dan kebersamaan masih hidup dan dirawat oleh masyarakat Blora di tengah arus modernisasi.
Kirab budaya secara resmi dilepas dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora dan menempuh rute utama kota hingga berakhir di panggung kehormatan di depan Kantor DPRD Blora. Sepanjang perjalanan, warga tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang menampilkan ragam busana adat, kesenian tradisional, serta simbol-simbol sejarah daerah.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, bersama istri turut berjalan dalam kirab dengan mengenakan busana adat Jawa gaya Solo Basahan yang dimodifikasi secara santun. Kehadiran pimpinan daerah secara langsung di tengah peserta dinilai sebagai bentuk keteladanan sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal.
“Kirab budaya ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi wujud rasa syukur dan ikhtiar bersama untuk terus menjaga jati diri Blora,” ujar Bupati Arief di sela-sela kegiatan.
a menegaskan bahwa momentum hari jadi harus menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan semangat kebersamaan lintas generasi.
“Melalui kegiatan ini, generasi muda dapat melihat, merasakan, dan mencintai kekayaan budaya daerahnya sendiri. Inilah warisan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.
Kirab budaya tahun ini diikuti oleh 44 peserta yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan kecamatan, instansi vertikal, BUMD, hingga komunitas masyarakat adat. Masing-masing rombongan menampilkan kekhasan seni tradisi yang merepresentasikan identitas Blora, mulai dari Barongan, Tayub, Reog, hingga fragmen teatrikal sejarah daerah.
Salah satu peserta kirab, Sutrisno, perwakilan dari komunitas seni tradisional, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam peringatan hari jadi Blora.
“Ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi ruang untuk menunjukkan bahwa seni tradisi masih hidup dan dicintai masyarakat,” ungkapnya.
Selain peserta utama, kemeriahan kirab juga didukung oleh kehadiran peserta eksibisi dari sektor perbankan dan kelompok seni independen yang menyedot perhatian masyarakat. Sejak pagi hingga siang hari, panggung kehormatan menjadi pusat pertunjukan budaya yang disaksikan oleh ribuan warga.
Di tengah kemeriahan acara, Bupati Blora juga memberikan apresiasi khusus kepada petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora yang sigap membersihkan jalur kirab secara langsung usai rombongan melintas.
“Pasukan hijau ini luar biasa. Tanpa menunggu acara selesai, mereka langsung bekerja memastikan kota tetap bersih dan nyaman,” tutur Bupati Arief.
Sebagai bentuk penghargaan, para petugas kebersihan tersebut diajak berfoto bersama di depan panggung kehormatan, disambut tepuk tangan dari peserta dan masyarakat.
Kirab Budaya Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora tahun ini mengusung tema “Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur”, yang merefleksikan tekad bersama untuk membangun daerah secara harmonis, berkelanjutan, dan berakar pada nilai budaya.
Kirab Budaya Hari Jadi ke-276 Blora Teguhkan Identitas Daerah dan Semangat Kebersamaan











