Berita  

Kementan Salurkan 74 Pompa Air ke Petani Blora, Nilainya Bisa Tembus Rp 1,8 Miliar

BLORA,SUARABLORA — Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyalurkan bantuan sebanyak 74 unit pompa air kepada petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian, terutama dalam menghadapi musim kemarau dan Musim Tanam (MT) III 2025/2026.

Bantuan pompa air tersebut disalurkan melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora. Puluhan pompa itu diperuntukkan bagi petani di wilayah yang masih memiliki sumber air, sehingga lahan pertanian tetap dapat tersalurkan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DP4 Kabupaten Blora, Sofwan Rifa’i, mengatakan bantuan tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktorat Alat dan Mesin Pertanian. Total bantuan yang diterima Kabupaten Blora mencapai 74 unit.

Bantuan tersebut dibagikan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktorat Alat dan Mesin Pertanian. Sebanyak 74 unit berupa pompa air kecil sekitar 3 inch,” kata Sofwan.

Menurut Sofwan, pendistribusian pompa telah dilakukan pada Juli 2026. Bantuan tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada MT III 2025/2026, khususnya di wilayah yang masih memiliki sumber air.

“Pendistribusian pompa tersebut telah terlaksana pada bulan Juli 2026, sebagai upaya antisipasi kekeringan pada MT-III 2025/2026 di wilayah yang sumber airnya masih ada,” ujarnya.

Tak hanya untuk menghadapi musim kemarau 2026, pompa tersebut juga diproyeksikan membantu petani memasuki MT I 2026/2027.

Pompa dapat digunakan ketika sumber air tersedia, termasuk untuk mendukung pengairan lahan pada awal musim hujan saat intensitas hujan belum merata.

“Selain itu, (bantuan tersebut) membantu MT-I 2026/2027 nanti, untuk yang air tersedia maupun untuk menyambung selama MT-I saat intensitas hujan belum rutin dan merata,” jelas Sofwan.

Pompa yang disalurkan merupakan pompa air merek Ishoku dengan ukuran sekitar 3 inch. Karena diberikan melalui program bantuan pemerintah, unit tersebut bukan barang yang diperjualbelikan kepada petani, melainkan bantuan sosial atau hibah pemerintah yang diberikan untuk mendukung kegiatan pertanian.

Berdasarkan data pengadaan pemerintah dan spesifikasi unit sejenis, harga pengadaan pompa air Ishoku-80 dengan mesin penggerak Kubota, lengkap dengan rangka roda serta selang hisap dan buang, tercatat berada di kisaran Rp22,95 juta hingga Rp25,47 juta per unit, termasuk PPN.

Jika kisaran harga tersebut digunakan sebagai gambaran nilai unit sejenis, 74 pompa dapat memiliki nilai sekitar Rp1,70 miliar hingga Rp1,89 miliar.

Nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan harga unit sejenis, bukan berarti seluruh 74 unit dibeli dengan harga yang sama.

Penyaluran puluhan pompa tersebut diharapkan dapat membantu petani Blora menjaga keberlanjutan produksi pertanian ketika ketersediaan air menjadi persoalan.

Di sisi lain, pemanfaatan dan pengelolaan bantuan menjadi penting agar alat yang diberikan pemerintah benar-benar digunakan untuk kepentingan petani dan mendukung peningkatan luas tanam serta produksi pangan di daerah.