Embung Nglawiyan Karangjati dibangun dengan dua kolam utama berkapasitas total sekitar 68.000 meter kubik air. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi penyangga kebutuhan air irigasi pertanian, khususnya saat musim kemarau yang kerap memicu kekeringan di sejumlah desa sekitar.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas produksi pertanian. “Ketersediaan air adalah kunci ketahanan pangan. Dengan beroperasinya Embung Nglawiyan ini, kita ingin memastikan para petani tidak lagi kesulitan air saat musim kemarau. Ini investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seiring meningkatnya tantangan perubahan iklim yang berdampak langsung pada sektor pertanian. Menurutnya, pengelolaan air yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk menjaga produktivitas lahan dan stabilitas ekonomi desa.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pembangunan embung tersebut. Ia menilai keberadaan Embung Nglawiyan akan berdampak signifikan terhadap peningkatan indeks pertanaman padi di wilayah Karangjati dan sekitarnya.
“Kami bersyukur embung ini kini resmi beroperasi. Dengan kapasitas 68 ribu meter kubik, fasilitas ini sangat membantu petani dalam menjaga ketersediaan air. Harapannya, petani bisa menanam lebih dari dua kali dalam setahun,” kata Arief Rohman.
Menurutnya, manfaat embung tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan usaha berbasis air dan optimalisasi lahan pertanian.
Peresmian Embung Nglawiyan turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, serta perwakilan kelompok tani setempat. Pemerintah berharap infrastruktur ini menjadi solusi konkret dalam mengurangi risiko gagal panen dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(TH)











