Dorong Produktivitas dan Penguatan Lumbung Pangan Daerah, Kementerian Pertanian Salurkan Ratusan Alsintan Ke Petani Blora

‎BLORA,SUARABLORA.COM – Pemerintah Kabupaten Blora bersama Kementerian Pertanian RI kembali memperkuat sektor pertanian daerah melalui penyaluran ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para kelompok tani. Bantuan tersebut merupakan kerjasama Kementerian Pertanian dengan anggota DPR RI dan secara resmi diserahkan kepada petani pada Kamis (27/11/2025) di Balai Benih DP4 Blora.

‎Penyerahan berlangsung meriah dan disambut antusias oleh para kelompok tani penerima bantuan. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pejabat daerah yang menegaskan bahwa dukungan alsintan menjadi dorongan nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di Blora. Adapun bantuan yang disalurkan mencapai puluhan unit, di antaranya traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, pompa air, sprayer, combine harvester, paket P2B (pekarangan pangan bergizi), hingga bioflok untuk penguatan ketahanan pangan.

‎Dalam sambutannya, pihak DP4 Blora menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat yang selama ini terus memberikan perhatian bagi sektor pertanian Blora.

‎”Ini menjadi penyemangat baru bagi petani agar dapat meningkatkan kinerja dan hasil produksi,” ujar Sekretaris DP4 Blora.

‎Ia menegaskan, Blora memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Tengah. Meski wilayahnya dikenal kering, produksi padi di Blora mampu mencapai sekitar 660 ribu ton per tahun, menempatkan Blora di posisi keenam tingkat provinsi. Namun dari total produksi itu, hanya sekitar 30 persen yang dikonsumsi masyarakat setempat, sementara lebih dari 70 persen dikirim ke luar daerah hingga luar pulau.

‎Dalam kesempatan tersebut, perwakilan pemerintah pusat juga mengingatkan agar seluruh penerima bantuan memanfaatkan alsintan secara benar dan tidak menyalahgunakannya.

‎“Penerima tidak boleh menjual, membeli, atau menyewakan kepada pihak lain, terutama penebas. Bantuan ini harus dijaga amanahnya,” tegasnya.

‎Pihaknya menambahkan bahwa biaya produksi pertanian masih terserap besar untuk pengolahan lahan, penanaman, dan pemanenan. Karena itu, pemerintah daerah sedang merancang konsep pertanian terintegrasi mulai dari penyediaan air melalui pompanisasi, penguatan irigasi, hingga pendampingan penyuluh.

‎Bupati Blora yang turut hadir menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian dan kerja sama semua pihak dalam penguatan sektor pertanian daerah. Ia menyebut bahwa mayoritas masyarakat Blora adalah petani, sehingga kemajuan sektor ini menjadi prioritas pembangunan daerah.

‎“Kalau petaninya maju, petaninya makmur, insyaallah masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.

‎Lebih jauh, Bupati menegaskan pentingnya optimalisasi bantuan.

‎ “Kita harus bisa memanfaatkan dan membuktikan bahwa bantuan ini memberikan dampak nyata. Jika bisa dioptimalkan, ke depan jenis bantuannya bisa terus ditambah,” katanya.

‎Selain petani, penyuluh pertanian juga diminta untuk terus mendampingi, mengarahkan, dan mendorong inovasi di tingkat kelompok tani agar pemanfaatan alsintan dapat terasa di lapangan. Hal itu disebut penting karena peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga kemampuan SDM pertanian dalam mengelola bantuan tersebut.

‎Salah satu kelompok tani penerima, Poktan Srikaton Mulyo dari Sambonganyar, Ngawen, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Mereka menyebut bantuan traktor roda empat sangat membantu pengolahan lahan, terutama untuk komoditas padi dan tembakau yang menjadi andalan wilayah tersebut.

‎ “Matur nuwun sanget, ini sangat bermanfaat untuk pengolahan lahan kelompok tani kami,” ujar salah satu perwakilan Poktan.

‎Dengan penyerahan alsintan ini, Pemkab Blora berharap produksi pertanian daerah semakin meningkat sehingga Blora dapat semakin kuat sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional. Pemerintah juga mengajak seluruh unsur mulai dari DPR, penyuluh, hingga petani itu sendiri untuk terus bekerja bersama guna memajukan pertanian Blora.

Kembali