BLORA,SUARABLORA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Kabupaten Blora pada Rabu, 12 November, akan didominasi hujan di hampir seluruh wilayah kecamatan. Berdasarkan data prakiraan cuaca yang ditampilkan BMKG melalui situs resminya, intensitas hujan yang terjadi bervariasi mulai dari hujan ringan hingga hujan dengan intensitas sedang.
Di wilayah Kecamatan Jati, BMKG mencatat kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas sedang sepanjang hari. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 31 derajat celsius, dengan kelembapan udara mencapai 74 hingga 98 persen. Kondisi ini menandakan tingginya potensi pembentukan awan hujan di kawasan tersebut.
Sementara itu, untuk Kecamatan Randublatung, Kradenan, Kedungtuban, Cepu, Ngawen, Kunduran, hingga Bogorejo, BMKG memprediksi hujan ringan dengan kisaran suhu udara serupa yaitu antara 23 sampai 31 derajat celsius. Tingkat kelembapan di wilayah tersebut juga tercatat sangat tinggi, berkisar 75 hingga 98 persen.
Kecamatan Todanan dan Japah juga diprediksi mengalami kondisi serupa dengan dominasi hujan ringan. Suhu udara berada di rentang 23 hingga 29 derajat celsius dengan kelembapan mencapai 86 hingga 97 persen. Tingginya kelembapan tersebut menunjukkan udara yang jenuh dengan uap air, sehingga peluang hujan tetap terbuka sepanjang hari.
Kondisi hujan merata ini merupakan tanda bahwa wilayah Blora telah mulai memasuki fase aktif musim penghujan. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan genangan atau dekat aliran sungai.
Selain itu, para pengguna jalan diminta untuk mewaspadai penurunan jarak pandang serta kondisi jalan yang licin akibat intensitas hujan di waktu tertentu. Petani juga diharapkan dapat menyesuaikan pola tanam dan perawatan tanaman agar tidak terdampak curah hujan tinggi yang berpotensi mempengaruhi kondisi tanah.
Dengan meningkatnya curah hujan di wilayah Blora dalam beberapa hari terakhir, BPBD serta pemerintah desa diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan mitigasi berjalan optimal.
BMKG menyarankan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi seperti situs web BMKG, aplikasi Info BMKG, serta pengumuman dari pemerintah daerah. Informasi yang akurat dan diperbarui secara berkala dapat membantu masyarakat beraktivitas dengan lebih aman dan terencana di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
Editor: Redaksi

