BLORA,SUARABLORA.COM — Kemunculan sosok menyerupai pocong di Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membuat warga panik dan resah.
Sosok misterius yang muncul pada malam hari itu bahkan sempat dikejar warga hingga ke area kebun tebu karena diduga bukan kejadian mistis, melainkan ulah pelaku kriminal yang sengaja menebar ketakutan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu sekitar pukul 18.15 WIB atau sesaat setelah waktu Magrib.
Kejadian bermula ketika seekor anjing milik warga berinisial AW terus menggonggong dengan suara keras dan gelagat tidak biasa di sekitar rumah.
Merasa curiga dengan perilaku hewan peliharaannya, AW kemudian keluar rumah untuk memeriksa kondisi di sekitar jalan depan rumahnya. Namun saat berada di luar rumah, AW justru dikejutkan dengan kemunculan sosok putih menyerupai pocong di jalan sebelah utara rumahnya.
Karena ketakutan, AW langsung berlari masuk ke dalam rumah dan menceritakan apa yang dilihatnya kepada keluarga.
Informasi itu kemudian cepat menyebar ke warga sekitar hingga memicu kepanikan di lingkungan setempat.
“Anjing milik AW menggonggong terus seperti melihat sesuatu yang mencurigakan. Setelah dicek keluar rumah, ternyata ada sosok putih menyerupai pocong di jalan utara rumah. AW langsung ketakutan dan masuk rumah,” ujar Joko Santoso, mertua AW, saat menceritakan kronologi kejadian.
Menurut Joko, sekitar lima menit setelah kejadian, warga mulai berdatangan ke lokasi untuk memastikan keberadaan sosok tersebut. Sejumlah warga bahkan melakukan pencarian hingga ke area kebun tebu yang berada tidak jauh dari lokasi kemunculan.
“Warga langsung ramai-ramai mencari ke lokasi sampai ke kebun tebu karena takut ada pelaku yang sengaja menakuti warga. Tapi saat dicari, sosok itu sudah kabur,” katanya.
Kepala Desa Gempolrejo, Pujo Wicaksono, membenarkan adanya keresahan yang tengah berkembang di masyarakat.
Ia mengatakan kemunculan sosok pocong jadi-jadian itu sudah terjadi selama dua hari terakhir dan membuat warga takut melintas di jalur sepi pada malam hari.
“Iya benar, warga sempat dibuat panik dengan kemunculan sosok pocong jadi-jadian di wilayah desa kami. Saat dicari warga, pelaku langsung kabur menuju area kebun tebu yang gelap,” ujar Pujo saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026).
Pujo menegaskan pemerintah desa tidak ingin masyarakat menganggap peristiwa tersebut murni kejadian mistis. Ia menduga kuat aksi itu merupakan modus kriminal yang sengaja dilakukan untuk mengincar pengendara sepeda motor di jalanan sepi.
“Kami menduga ini modus kriminal. Pelaku sengaja menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan sepi. Ketika korban panik lalu meninggalkan kendaraannya, di situlah pelaku diduga akan membawa kabur motor korban,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama warga langsung meningkatkan pengamanan lingkungan. Pos ronda kembali diaktifkan dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari.
“Kami sudah menghubungi desa-desa sekitar agar ikut waspada. Jangan sampai ada warga yang menjadi korban karena ketakutan atau terpancing situasi,” lanjut Pujo.
Sejak isu kemunculan pocong jadi-jadian menyebar luas, sejumlah warga mengaku memilih menghindari jalan minim penerangan dan jalur yang berada di dekat area kebun pada malam hari.
Mereka berharap aparat keamanan segera turun tangan untuk menyelidiki dan menangkap pelaku yang telah membuat keresahan di tengah masyarakat.
Pemerintah desa juga mengimbau warga agar tidak mudah percaya dengan isu mistis, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Jangan mudah panik, tetapi tetap waspada. Kalau menemukan hal mencurigakan segera laporkan ke aparat desa, Bhabinkamtibmas, atau pos keamanan terdekat,” pungkas Pujo.











