Teror Pocong di Gempolrejo Blora Bikin Resah, Warga Curiga Modus Begal Berkedok Mistis

Teror Pocong di Desa Gemporejo Tunjungan Blora Jawa Tengah/SuaraBlora.Com

BLORA ,SUARABLORA.COM— Suasana mencekam menyelimuti wilayah Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam beberapa malam terakhir, warga dihebohkan dengan kemunculan sosok menyerupai pocong yang diduga sengaja digunakan untuk meneror para pengendara di jalur sepi pedesaan.

Peristiwa tersebut memicu kepanikan masyarakat, terutama pengendara motor yang melintas pada malam hari di ruas jalan minim penerangan.

Warga menduga aksi itu bukan sekadar ulah iseng, melainkan bagian dari modus kejahatan jalanan yang memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap hal-hal mistis.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sosok berpakaian putih menyerupai pocong itu beberapa kali muncul secara tiba-tiba di area gang dan jalan kebun yang jauh dari permukiman warga.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara memilih memutar arah karena takut menjadi korban tindak kriminal.

Kepala Desa Gempolrejo, Pujo Wicaksono, membenarkan adanya keresahan yang tengah berkembang di masyarakat. Ia menyebut aksi teror itu telah berlangsung selama dua hari terakhir dan sempat memicu pengejaran oleh warga setempat.

“Iya benar, warga sempat dibuat panik dengan kemunculan sosok pocong jadi-jadian di wilayah desa kami. Saat dicari warga, pelaku langsung kabur menuju area kebun tebu yang gelap,” ujar Pujo saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, pemerintah desa tidak ingin masyarakat hanya melihat persoalan itu dari sisi mistis semata. Ia menilai ada indikasi kuat bahwa aksi tersebut berkaitan dengan upaya pembegalan atau pencurian kendaraan bermotor.

“Kami menduga ini modus kriminal. Pelaku sengaja menakut-nakuti pengendara yang melintas di jalan sepi. Ketika korban panik lalu meninggalkan kendaraannya, di situlah pelaku diduga akan membawa kabur motor korban,” tegasnya.

Pujo mengatakan pihak desa langsung berkoordinasi dengan lingkungan sekitar guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Pos ronda kembali diaktifkan dan warga diminta memperketat pengawasan, terutama pada jam-jam rawan malam hari.

“Kami sudah menghubungi desa-desa sekitar agar ikut waspada. Jangan sampai ada warga yang menjadi korban karena ketakutan atau terpancing situasi,” tambahnya.

Keresahan warga kini semakin meluas karena lokasi kemunculan sosok tersebut berada di jalur yang sering digunakan masyarakat untuk aktivitas malam hari. Minimnya penerangan jalan turut memperbesar rasa takut warga saat melintas seorang diri.

Masyarakat mendesak aparat kepolisian bersama unsur TNI segera turun tangan melakukan patroli intensif di kawasan rawan. Kehadiran aparat dinilai penting untuk mengungkap pelaku sekaligus memulihkan rasa aman warga.

Sejumlah warga mengaku memilih menghindari jalur sepi pada malam hari sejak isu teror pocong tersebut menyebar. Mereka berharap aparat segera mengusut dalang di balik aksi yang dinilai telah meresahkan masyarakat luas.

Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah. Warga diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan, terutama sosok asing yang berkeliaran di area kebun, jalan gang, maupun titik minim penerangan.

“Jangan mudah panik, tetapi tetap waspada. Kalau menemukan hal mencurigakan segera laporkan ke aparat desa, Bhabinkamtibmas, atau pos keamanan terdekat,” pungkas Pujo.