‎Luncurkan Aplikasi “Laskar Blora” untuk Bidik Investor, Mampukah Dongkrak Investasi Daerah?

BLORA,SUARABLORA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora resmi menggagas peluncuran aplikasi digital bertajuk “Laskar Blora” sebagai strategi baru untuk menarik minat investor menanamkan modal di wilayahnya. Inovasi berbasis daring ini digadang-gadang menjadi terobosan dalam mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.

‎Aplikasi yang diinisiasi melalui Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) tersebut akan memuat sedikitnya 12 aset strategis pada tahap awal.

Aset yang ditawarkan terdiri dari lahan dan bangunan dengan nilai ekonomis serta potensi pengembangan yang dinilai menjanjikan.

Kepala BPPKAD Blora, Pitoyo Trisingtyas Sardjono, mengatakan peluncuran aplikasi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membuka akses informasi seluas-luasnya kepada calon investor.

‎“Ini adalah langkah konkret kami untuk menawarkan aset potensial secara terbuka dan transparan. Kami ingin investor bisa melihat langsung peluang yang ada di Blora tanpa harus melalui proses panjang di tahap awal,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, aplikasi Laskar Blora tidak sekadar menampilkan foto aset, melainkan juga menyajikan data detail seperti luas lahan, lokasi dan titik koordinat, kesesuaian tata ruang, potensi pemanfaatan, hingga status perizinan. Dengan kelengkapan informasi tersebut, investor diharapkan dapat melakukan analisis awal sebelum menyampaikan minat.

Selain berfungsi sebagai etalase digital, aplikasi ini juga dilengkapi fitur pengajuan peminatan (expression of interest). Investor cukup mengisi formulir secara daring dan mengunggah profil usaha untuk kemudian diverifikasi oleh tim teknis Pemkab.

“Prosesnya kami buat sederhana. Investor tinggal mengisi formulir dan mengirimkan melalui sistem. Setelah itu, tim kami akan melakukan verifikasi dan komunikasi lanjutan. Harapannya, ini bisa memangkas birokrasi,” jelas Pitoyo.

Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap penyempurnaan sistem dan pengajuan fasilitasi ke Dinas Komunikasi dan Informatika setempat. Pemkab menargetkan peluncuran resmi dapat dilakukan dalam waktu dekat setelah seluruh aspek teknis dinyatakan siap.

‎Namun demikian, pertanyaan besar muncul: mampukah aplikasi ini benar-benar mendongkrak investasi daerah? Sejumlah pihak menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh platform digital, tetapi juga kepastian regulasi, kemudahan perizinan, serta iklim usaha yang kondusif.

Pemkab Blora optimistis inovasi ini akan menjadi pintu masuk percepatan investasi. Dengan transparansi data dan kemudahan akses, aset-aset yang sebelumnya belum produktif diharapkan dapat dioptimalkan sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah dan terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.(TH)