Blora ,SUARABLORA.COM– Kondisi jalan penghubung Ruas Jalan Temurejo-Gemporejo menuju wilayah Kecamatan Tunjungan hingga kini masih memprihatinkan.
Dari total panjang kurang lebih 6 KM,masih ada sekitar 4,6 kilometer, sebagian ruas jalan masih berupa tanah berbatu dengan banyak lubang serta genangan air saat musim penghujan.
Berdasarkan pantauan di lokasi Minggu 15/2/2026, badan jalan terlihat tidak rata, dipenuhi batu lepas dan kubangan. Ketika hujan turun, genangan air menutup permukaan jalan sehingga membahayakan pengguna, terutama pengendara sepeda motor dan para pelajar yang setiap hari melintas untuk berangkat sekolah.
Ahmad, warga Desa Gemporejo, mengatakan kondisi jalan yang rusak kerap membuat warga enggan bepergian ke kota. Padahal, akses tersebut merupakan jalur penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Memang kondisi jalan penghubung ini sangat buruk. Kadang mau keluar atau ke kota malas karena jalannya memprihatinkan sekali. Kalau Pemkab tahun ini bisa membangun meskipun bertahap, kami sangat senang sekali,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, situasi semakin sulitsaat musim penghujan
“Kalau hujan, jalannya sangat memprihatinkan. Melihat anak-anak sekolah berangkat saja rasanya miris,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Minah, warga yang setiap hari berbelanja ke pasar untuk kebutuhan dagangannya. Ia mengaku telah puluhan tahun melewati jalan tersebut dalam kondisi yang belum sepenuhnya baik.
“Setiap hari saya harus lewat sini untuk belanja ke pasar. Sudah puluhan tahun masih banyak yang rusak. Harapan kami ke Pak Arief Rohman selaku Bupati Blora, tahun ini jalan ini bisa dilanjutkan. Meskipun tiap tahun bertahap, lama-lama selesai juga,” ungkapnya.
Kepala Desa Gemporejo, Pujo Wicaksono, membenarkan bahwa hingga saat ini pembangunan jalan penghubung tersebut belum sepenuhnya terealisasi.
Menurutnya, panjang jalan yang masih dalam kondisi kurang baik hampir mencapai kurang lebih 4,6 kilometer.
“Total jalan penghubung yang masih buruk kurang lebih hampir 4,6 kilometer. Kami berharap pembangunan bisa berlanjut kembali. Meskipun realisasi anggaran kecil, kalau bisa tetap dilanjutkan,” jelas Pujo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blora atas anggaran yang telah dikucurkan pada tahun sebelumnya untuk sebagian ruas jalan tersebut.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada tahun 2025 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 402.341.000 dari APBD Kabupaten Blora untuk peningkatan Jalan Temurejo–Gemporejo di wilayah Kecamatan Blora/Tunjungan.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berupa pembangunan jalan beton dengan lebar 4 meter dan panjang 165 meter, dengan waktu pelaksanaan 116 hari kalender mulai 22 Agustus 2025 hingga 15 Desember 2025.
Warga berharap kelanjutan pembangunan dapat segera direalisasikan guna mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menjamin keselamatan pelajar dan pengguna jalan lainnya. Dengan skema pembangunan bertahap, masyarakat optimistis akses vital tersebut dapat terselesaikan secara menyeluruh dalam beberapa tahun ke depan











