BLORA,SUARABLORA.COM – Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah truk tronton bermuatan kapur curah terjadi di ruas jalan Nasional Blora-Cepu wilayah Ngawenan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Sabtu (7/3/2026).
Kendaraan berat tersebut dilaporkan terperosok setelah mengalami gangguan teknis pada sistem pengereman saat melintas di jalur tersebut.
Truk dengan nomor polisi L 9699 UM tersebut yang dikemudikan oleh Supri asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur,itu diketahui sedang melakukan perjalanan pengiriman muatan kapur dari Kragan, Kabupaten Rembang, menuju Mojokerto, Jawa Timur.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden bermula ketika truk melaju di wilayah Sambong. Saat berada di jalur tersebut, sistem pengereman kendaraan diduga mengalami malfungsi sehingga tidak dapat berfungsi secara normal.
Sopir truk, Supri, mengaku telah berupaya mengendalikan kendaraan untuk menghindari potensi kecelakaan yang lebih fatal.
“Remnya tiba-tiba tidak berfungsi dengan normal. Saya berusaha mengendalikan kemudi supaya tidak menabrak kendaraan lain,” ujar Supri saat ditemui di lokasi kejadian.
Upaya tersebut membuat kendaraan akhirnya keluar jalur dan terperosok di sisi jalan. Beruntung, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sopir truk dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.
Dari hasil penelusuran awal di lapangan, kecelakaan diduga kuat dipicu oleh persoalan teknis pada armada, khususnya pada sistem pengereman kendaraan.
Seorang sumber di lokasi yang turut melakukan pengecekan kondisi truk menyebutkan bahwa indikasi awal menunjukkan adanya masalah pada komponen kendaraan.
“Dari kondisi di lapangan, diduga ada kendala teknis pada sistem pengereman. Jadi bukan karena kelalaian sopir,” jelasnya.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa sopir telah berupaya mengambil langkah pengamanan untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang lebih besar.
Menurutnya, dalam kondisi seperti ini tanggung jawab perawatan dan kelayakan armada berada pada pihak perusahaan pemilik kendaraan.
“Pengemudi sudah berusaha mengendalikan situasi. Soal kelayakan kendaraan tentu menjadi tanggung jawab perusahaan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi truk tronton bermuatan kapur tersebut masih menunggu bantuan alat berat. Petugas juga terus melakukan pengaturan lalu lintas di jalur Blora–Cepu guna mengantisipasi kemacetan akibat kejadian tersebut.











