BLORA,SUARABLORA.COM — Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.50 WIB, memicu banjir di sejumlah titik permukiman warga.
Hingga malam ini, debit air dilaporkan terus mengalami kenaikan, memaksa tim gabungan melakukan evakuasi darurat, terutama terhadap kelompok rentan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora bersama unsur gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kecamatan Cepu, pemerintah kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BBWS Solo, serta relawan dari berbagai organisasi seperti Ubaloka, Pramuka Peduli, dan PSB, langsung diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan awal.
Sejumlah wilayah yang terdampak banjir antara lain Kelurahan Cepu, Mulyorejo, Tambakromo, Ngelo, dan Karangboyo.
Ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai sekitar 1 meter di beberapa titik.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak bersama tim gabungan untuk melakukan evakuasi warga, khususnya balita dan kelompok rentan ke lokasi yang lebih aman,” ujar salah satu petugas TRC BPBD Blora di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi di lapangan masih dinamis. Debit air yang terus meningkat menjadi perhatian serius bagi tim, mengingat potensi meluasnya genangan di kawasan permukiman.
Posko sementara penanganan banjir kini dipusatkan di wilayah Nareng, sekitar kawasan Stasiun Kota Cepu.
Tim gabungan disiagakan penuh untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi lanjutan serta kebutuhan darurat warga terdampak.
“Kami masih melakukan pemantauan intensif di lapangan. Seluruh personel dalam siaga penuh untuk menghadapi perkembangan situasi, termasuk kemungkinan evakuasi tambahan dan distribusi bantuan logistik,” lanjutnya.
BPBD Blora mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan banjir, untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air yang membahayakan.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi terkait korban jiwa. Namun, kerugian material dan dampak terhadap aktivitas warga masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.









